bantencom :
pasar forex:

Dishubkominfo Banten Diduga Hamburkan Anggaran PID

Serang, bantencom – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, diduga telah menghamburkan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dengan menggelar kegiatan Pekan Informasi Daerah yang menelan dana sekitar Rp1 Miliyar.

Diketahui, acara tersebut rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari di Pendopo lama Gubernur Banten, sejak Kamis (28/05/15), hingga Sabtu (30/05/15), dengan menampilkan kesenian dan budaya daerah Banten, serta pameran UMKM.

Salah seorang Mahasiswa IAIN, Erik menanggapi bahwa hal tersebut diduga hanya alasan pihak Dishubkominfo untuk menghamburkan anggaran Negara. Sebab, menurutnya untuk mengadakan acara dengan dana Rp1 Miliyar, sangat meriah.
"Kalau seperti ini kesannya seperti menghamburkan anggaran saja. Coba kita lihat, Banten ini masih banyak warga Miskin, sedangkan pemerintah hanya untuk mengadakan kegiatan yang di Pendopo Gubernur saja anggarannya Miliyaran, sementara masyarakatnya masih banyak yang kelaparan," ungkapnya," Selasa (26/05/15)
Terpisah, Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, acara Pekan Informasi Daerah (PID) tersebut merupakan yang pertama secara Nasional. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya berencana menampilkan informasi untuk disampaikan kepada masyarakat, yang dikemas dengan Kesenian melalui Media Massa.
"Intinya kami ingin menyampaikan informasi kepada masyarakat, dengan menampilkan kesenian dan pameran berbagai produk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) melalui media massa, baik cetak, online, maupun elektronik," ujarnya saat konferensi pers di Aula Dishubkominfo Banten, Selasa (26/05/15).
Adapun anggaran yang digunakan, berkisar Rp1 Miliyar, Revri menyatakan, pihaknya melibatkan sejumlah Pejabat Pembantu Informasi Publik (PPID) di masing-masing satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemprov Banten.
"Anggaran keseluruhannya mencapai Rp1 Miliyar. Dalam acara ini juga nantinya ada pameran UMKM. Acaranya selama tiga hari, sejak Kamis (28/05), sampai Sabtu (30/05) malam," jelasnya.
Acara ini juga, lanjut Revri, nantinya akan diadakan lomba bagi para seniman, untuk menentukan yang terbaik. Sebab, nantinya pemenang akan mewakili Provinsi Banten untuk berlomba menunjukan bakat seninya ditingkat Nasional.
"Nantinya akan ada juara dalam pentas kesenian. Pemenangnya, nanti jadi wakil Provinsi Banten

Mengenali Ciri Ciri Beras Plastik Yang Beredar


 
              Bantencom -Selain ramai dengan pemberitaan tentang orang tua yang menelantarkan anak dan pendaki yang jatuh dalam kawah gunung, media kita kini juga tengah dihebohkan dengan beras plastik. Ya, peredaran beras plastik dikabarkan telah sampai hingga Indonesia. Bila sebelumnya beras plastik dari Tiongkok beredar di Kerala, India, entah bagaimana ceritanya beras plastik ini (diduga) berhasil masuk ke Indonesia. Bagi yang senantiasa memberikan keluarganya gizi makanan terbaik untuk keluarga, jelas ini adalah mimpi buruk. Oleh karena itu, mari kita kenali ciri-ciri beras plastik berikut : Bagi yang senantiasa memberikan keluarganya gizi makanan terbaik untuk keluarga, jelas ini adalah mimpi buruk. Oleh karena itu, mari kita kenali ciri-ciri beras plastik berikut :

  • Bila hendak dimasak menjadi bubur, beras plastik akan menggumpal dan terlihat seperti belum matang. Nasi normal yang biasa kamu olah menjadi bubur biasanya akan mengental dan menyatu ketika kondisinya sudah dingin. Tapi perhatikan dengan benar-benar seksama gambar di atas. Ketika bubur dari beras plastik mendingin, dia akan berbentuk seperti buliran menggumpal seolah belum matang.

  • Saat ditanak, beras normal akan menyerap air sehingga bentuknya mengembang. Sebaliknya, beras plastik malah mengeluarkan banyak air. Anda tahu mengapa beras bisa menjadi nasi yang empuk dan pulen? Tentu saja karena ia menyerap air yang kamu bubuhkan. Tapi sebaliknya, beras plastik malah akan mengeluarkan banyak air. Bisa jadi, ini karena berasnya (atau plastiknya) meleleh sebagian.

  • Saat dimakan, beras plastik terasa aneh. Nasinya akan terasa sangat sintetis dan tidak alami.
    Nasi yang sesungguhnya akan terasa begitu manis dan mengenyangkan, sedangkan nasi-nasian akan terasa aneh di lidah semacam ada rasa sintetis di dalamnya. Bayangkan saja rasanya makan plastik.

  • Penampilan fisik beras plastik polos dan bening. Sedangkan beras asli terlihat berwarna putih susu di tengah-tengahnya. Warna bening polos bukan berarti berasnya bersih.

  • Ketika beras palsu dicampur dengan air, posisi air akan berada di atas beras. Padahal, beras asli seharusnya menyatu dengan air. Pada saat masak bubur dari beras palsu, nasi akan mengendap di bawah karena massanya lebih berat dari massa air. Sedangkan airnya justru di atas. Seharusnya, beras menyatu dengan air atau mengapung di permukaan. Jika anda akan memasak lagi beras plastik tadi lagi air yang lebih banyak, percuma saja! Beras malah akan pecah, bukannya hancur seperti bubur pada umumnya.

  • Aroma nasi plastik begitu tawar, bukannya wangi. Beras plastik dari kentang dan residu resin sintetis ini memiliki wangi dan rasa yang tawar. Bahkan di mulut agak getir. Jangan harap deh waktu anda menanak nasi akan keluar aroma wangi khas dari beras tanakanmu.

  • Selain dikenali dari warnaya, beras plastik juga bisa dikenali dari teksturnya. Kalau anda pernah membeli dan memilih beras konsumsi anda sendiri, jelas kan bedanya beras asli dan beras plastik? Kalau beras asli kan punya guratan, tidak halus, bahkan kadang bocel-bocel/rusak. Sedangkan beras plastik cuma punya tekstur halus sempurna saja.

Jadi, gimana? Sudah tahu kan bedanya beras palsu plastik dan beras asli? Jangan berani-berani deh menukarkan investasi kesehatan anda di masa depan dengan beras plastik. Jangan pula tergiur dengan harga murah dibandingkan harga standar yang berlaku di pasar. Lebih baik keluar duit lebih banyak, tapi sehat.

Sekda Kunjungi Baksos Relawan

SERANG- bantencom.
Warga melakukan gotong royong memperbiki rumah Juned, seorang pemulung di Kampung Cipare Kidul, Desa Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang ambruk.

Rumah Juned sendiri ambruk sudah bertahun-tahun. Atas inisiatif relawan Fesbuk Banten News, bekerjasama dengan Baznas Provinsi Banten dan komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS), kembali membangun rumah Juned.

Selasa 25 Mei 2015, Sekda Pemprov Banten Kurdi Matin mendatangi lokasi. Terlihat beberapa relawan dan warga tengah melakukan pengerjaan rumah Juned.

Dijelaskan Sekda, apa yang dilakukan relawan layak mendapat apresiasi. "Ke depan, alokasi bantuan sosial yang tidak direncanakan harus lebih besar. Sekarang ada, tapi jumlahnya sangat kecil sehingga tidak bisa mengcover semua. Kita masih mengalokasikan dana besar untuk bansos dan hibah yang terencana. Pada APBD 2016 kita upayakan bansos tak terduga lebih diperbesar," kata Sekda.

Banos yang tidak direncanakan, kata Sekda, nantinya berguna untuk memberikan bantuan kepada kejadian kemanusiaan yang di luar prediksi. Seperti rumah ambruk, bencana, atau kemiskinan.

"Jadi nanti pemerintah bisa membantu kalau relawan menemukan hal seperti ini lagi," kata Sekda.

Relawan FBn Widyaningsih mengapresiasi kunjungan Sekda tersebut. Menurutnya, ke depan Pemprov Banten harus proaktif melakukan kebijakan untuk menanggulangi kemiskinan.

Husen, dari komunitas BJS, menjelaskan, gotong royong warga dan relawan dilakukan secara swadaya. "Kami akan jadikan kampung ini sebagai percontohan. Karena di sini kami menemukan adanya warga yang masih miskin dan anak-anaknya tidak bisa baca tulis," kata Husen.

Pada kesempatan tersebut,
Sekda melakukan dialog dengan warga sekitar. Sekda juga memberikan bantuan kepada keluarga pemulung. (***)
(TAZ®)

Islam Usung Perdamaian

SERANG - bantencom
Syariat Islam selalu mengajarkan tentang perdamaian. Ajaran Nabi Muhammad SAW senantiasa membawa keberkahan bagi seluruh manusia. Karena itu, menjadi penting mengimplementasikan segala bentuk sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam keseharian.

Hal itu disampaikan Sekda Pemprov Banten Kurdi Matin di sela peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Fathaniah, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu 20 Mei 2015 malam. Acara tersebut digelar Majlis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten bekerjasama dengan PCNU Kota Serang.


"Pemerintah bekewajiban selalu bergandengan tangan dengan ulama karena ulama adalah penerus warisan Nabi Muhammad SAW. Pemerintah harus berupaya menjaga spirit Islam yang damai di Banten ini tetap terjaga," kata Sekda.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar dalam sambutannya menyatakan, ulama dan santri di Banten adalah pembawa rahmatan lil alamien.

"Ulama di Banten adalah pembawa misi perdamaian. Dalam kerangka itu, aparat kepolisian senantiasa mendukung setiap upaya ulama dalam menegakkan kebenaran," kata Kapolda.

Ketua MPS Banten KH Matin Syarkowi menegaskan, kultur religius Banten harus dijaga oleh semua elemen, termasuk pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin, Kepala Kemenag Kota Serang Bazari Syam, ulama kharismatik asal Pandeglang KH Ubing Surohman, sejumlah ulama, ribuan santri, serta tamu undangan.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Distanak Banten, Apresiasi Hasil Panen Kabupaten Lebak 8 Ton

Lebak, bantencom - Sebagai wilayah terluas di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak memiliki kawasan pertnaian yang potensial. Pasalnya, produksi hasil panen petani di Kabupaten Lebak mencapai 8 ton perhektar. Sebelum mendapat bantuan alisintan dan optimasi lahan dari pemerintah, produksi panen hanya mencapai 6,5 ton perhektar. Melihat hasil panen yang melimpah itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten mengapresiasi kerja keras para tani.

 "Ini merupakan capaian tertinggi produksi pertanian di Kabupaten Lebak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Eneng Nurcahyati pada Pesta Panen Raya Kabupaten Lebak Tahun 2015 di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Kamis (21/03).

Eneng mengatakan, prestasi itu tidak lepas dari peran penyuluh dalam pendampingan maupun teknis lapangan yang dilakukan oleh Babinsa dan  TNI kepada para petani di Kabupaten Lebak. Sebagai kawasan pertanian yang sangat produktif, Kabupaten Lebak memiliki potensi surplus terbaik di Banten. Eneng menguraingkan, Kabupaten Lebak mendapat 50 traktor dari 228 bantuan untuk Banten, 20 pompa air dari 28 bantuan untuk Banten. Hasil panen gabah kering giling Kabupaten Lebak mencapai 575 ton.  Kabupetan Lebak mendapat bantuan optimasi lahan seluas 8000 hektar dari total kawasan bantuan 16000 hektar untuk Banten.

"Bantuan alsintan dari pusat akan didistribusikan secara menyeluruh pada akhir bulan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,  produktifitas pertanian di Kabupaten Lebak akan terus meningkat. "Kami akan terus mengupayakan Kabupaten Lebak sebagai daerah  penyumbang ketahanan pangan yang signifikan dengan tetap menjaga mutu," ujarnya. Menyikapi harga gabah di kalangan petani, Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian akan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) agar harga gabah di petani tetap stabil.

Disamping itu, Kepala Staf Korem Provinsi Banten  Teguh Priyatno yang mewakili Danrem Maulana Yusuf mengatakan, sebagai instansi yang menangani pendampingan kepada para petani, pihaknya akan terus bekerja semaksimal mungkin.

"Bantuan pemerintah akan kami pantau untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran dan berkelanjutan," katanya.

Selain itu, tugas yang dimiliki oleh danrem senantiasa menampung inspirasi petani dalam proses pra dan pascapanen. Lantaran petani masih kerap mengeluhkan harga jual gabah yang relatif murah, sehingga kondisi tersebut dapat merugikan petani.

"Kami akan terus mensukseskan target swasembada pangan melalui produk hasil tani yang bagus," tegasnya.[adv]

Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Banten Dirikan Koperasi

Serang, bantencom - Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten membentuk koperasi serba usaha guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi yang bernama "Bhakti Pokja Wartawan Banten" tersebut diharapkan menjadi wadah bagi wartawan untuk menyalurkan bakat kewirausahaan.
Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten M Royani mengatakan, berdirinya koperasi tersebut memberikan kesempatan dan peluang bagi wartawan untuk membuka usaha.
"Jadi selain menunaikan tugas kewartawanan, bisa usaha sampingan melalui koperasi ini, misalnya usaha percetakan, fotocopy, ATK, atau catering," ucapnya, di sela tasyakuran  gedung sekretariat pokja, di jalan Syech Nawawi Albantani, Kec. Curug Kota Serang, Rabu (20/5/2015).
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan.
Ia berharap, dengan berdirinya koperasi tersebut, bisa menjadi terobosan bagi rekan-rekan wartawan Pokja yang meliput di lingkungan Pemprov Banten, yang memiliki jiwa entrepreneur.
"Dipilihnya koperasi sebagai model dan percontohan, karena mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan. Jadi, dari kita, oleh kita, untuk kita. Dan diharapkan bagi seluruh anggota pokja untuk bergabung menjadi anggota koperasi karena ini sangat tepat dan bagus untuk pendidikan memulai sebuah usaha," tuturnya.
Koperasi tersebut sebagai wadah dan akan memiliki badan hukum yang sah sehingga dapat bersaing dengan koperasi lainnya.
Salah satu pendiri koperasi, Wibowo Sangkala mengatakan, pembentukan koperasi menjadi sebuah keharusan di sebuah organisasi. Koperasi serba usaha ini diharapkan menjadi sarana penunjang untuk pengembangan diri wartawan dalam bidang usaha.
"Kami berharap koperasi ini tidak tenggelam seperti koperasi yang dibentuk untuk sekadar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Melainkan dapat terus berkembang," katanya.
Ketua Koperasi Mulyana mengatakan, pihaknya segera mengurus pengadministrasian pendirian koperasi tersebut agar aktivitas segera berjalan.
"Paling pokok pendirian koperasi ini adalah memberikan kontribusi bagi UMKM dan masyarakat pada umumnya. Khususnya yang berada di sekitar KP3B, misalnya dalam bentuk pembinaan kewirausahaan atau mediasi akses permodalan," tuturnya.(rid)

Tasyakuran Sekretariat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten

 Serang, bantencom - Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Banten Gelar Tasyakuran Kantor Baru, yang berada di Palima, Curug, Kota Serang, Rabu (20/05/15).
Diketahui, sebelumnya Sekretariat Pokja Wartawan Harian Dan elektronik Provinsi Banten berada di ruang pressroom di Pendopo Lama Gubernur Banten.
Kepala Biro Humas Dan Protokol Setda Banten, Deden A mengatakan, pihaknya mengapresiasi sekretariat Pokja Wartawan harian yang baru tersebut. Dengan begitu, Ia mengharapkan agar jalinan komunikasi antar wartawan dan Pemprov Banten dapat terus terjalin dengan baik.
"Kami juga akan mengusulkan Presroom yang baru, agar letaknya bisa berdekatan dengan Humas," ungkapnya.
Penasehat Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Banten, Adam Adhari berharap, keberadaan sekretariat Pokja yang baru tersebut, dapat diketahui seluruh pihak. Termasuk pembuatan papan nama sekretariat.
"Kita patut mengapresiasi Ketua Pokja yang sekarang, karena telah berhasil mewujudkan cita-cita agar Pokja memiliki sekretariat. Saya harap, aktifitas di Sekretariat yang baru juga selalu berjalan, yakni Diskusi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Dan Kepolisian," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokja wartawan harian Dan Elektronik Provinsi Banten, Royani mengatakan, sementara ini sekretariat hanya diperuntukan bagi anggota Pokja. "Siapapun yang tergabung dalam Pokja, berhak mengisi sekretariat ini. Mari kita sama-sama bangun sekretariat ini," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu juga, Royani mengungkapkan rencana Pengurus Pokja wartawan harian untuk membentuk koperasi, agar Pokja tetap berjalan dengan baik. "Ini baru usulan. Nanti akan kita bicarakan lagi dengan seluruh anggota," ungkapnya.(rid)
 

Mau Berlangganan Berita dari bantencom

Masukan Email kamu disni:

Berita up to date di kirim Ke email kamu