bantencom :

Pasar Forex dan nilai Tukar uang

pasar forex:
/*

Pelayanan Perbendaharaan DPPKD Banten Dituding Tidak Efisien

Serang, bantencom - Pelayanan Perbendaharaan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) dituding tidak efisien dan terkesan asal. Namun hal tersebut dibantah Kepala DPPKD Banten.

Wahyu wardana Kepala Dinas (Kadis) DPPKD Banten mengatakan, untuk pelayanan prosesnya tidak efektif karena salah satu staf DPPKD Banten ada yang terkena musibah, pengajuan memang di SKPD, namun, pihaknya akan memproses jika semua dokumennya sudah lengkap.

"Saya jamin staf kami akan proses sesuai dengan waktunya. Ini bulan Desember dan  tidak ada penundaan diakhir tahun. Jika staf kami ada yang lalai ataupun tidak memproses sesuai waktu, akan mendapat sanksi berupa teguran", jelasnya Kamis

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, pihaknya ingin semua tenang dan kondusif serta pencairan tepat waktunya. Dirinya berharap agar semua saling mendukung agar disini tenang dan harapan cair cepat selesai.

"Saya berterima kasih, kepada wartawan yang sudah konfirmasi. Jika memang ada kendala, itu menjadi masukan untuk perbaikan. Memang seharusnya staf ada perwakilan, jika staf yang bertugas ada yang berhalangan maka pelayanan tetap menjadi efisien.

Sementara Ahmad Yani Rusdiani, Kabid Bendahara DPPKD mengatakan, dirinya mengakui jika dirinya mengizinkan untuk melayat salah satu stafnya yang terkena musibah.

"Saya mengizinkan karena itu bersifat sosial, memang sebenarnya tidak seperti itu. Seharusnya ada perwakilan beberapa orang agar pelayanan tetap efisien", katanya.

Sedangkan salah satu pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, dengan adanya permasalahan tersebut dirinya merasa dinas DPPKD Banten tidak efisien dalam memberikan pelayanan.

"Seharusnya pihak dinas DPPKD Banten memberikan pelayanan yang efisien dan harus ramah dalam memberikan pelayanan,"ujarnya.

(Didi)

PNS Dilarang Berada Didua Kaki


Serang, bantencom - Banyaknya PNS yang terlibat dan aktif didunia politik, menjadi perhatian Dewan Pengurus Korpri Nasional. Hal ini juga terjadi di Provinsi Banten.

Sekjen Dewan Pengurus Korpri Nasional, Tasdik Kinanto dalam sambutannya pada acara Musyawarah Provinsi III Korpri tahun 2014 di Badiklat Banten, Minggu (13/12) meminta kepada seluruh PNS untuk tidak berkecimpung dan melibatkan diri pada urusan politik. "PNS harus netral, kalau PNS ini sudah tidak netral, urusan pelayanan akan tidak sangat baik, dan dapat menghambat proses pembangunan," ujarnya.

Namun demikian, Tasdik tidak melarang seseorang untuk aktif dan terlibat dalam dunia politik. "JIka anda (PNS : red) bermain politik silahkan saja. Tapi jangan ada dibirokrasi, keluar dulu. Setelah itu bebas berpolitik," ungkapnya. PNS katanya, harus menunjukkan dedikasi dan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi saat ini sudah ada UU nomor 5 tahun 2014 tentang  Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menuntut pegawai negeri profesional. "Anggota Korpri akan diintegrasikan dengan Korps Profesi ASN," ujar dia.


Sementara itu, Plt Gubernur Banten, Rano Karno dalam sambutannya menyatakan adanya wacana pengurangan PNS di Provinsi DKI. "Saya baca runing teks di televisi, Ahok (Plt Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama, berniat mengurangi PNSnya  sebanyak 3 ribu orang," ujarnya. Namun demikian, Plt Gubernur  tidak menyinggung  langkah Ahok tersebut akan  diterapkan di Provinsi Banten, namun tetap fokus terhadap percepatan pembangunan.

"Di kita ini ini memang seperti Auto Pilot. Tapi alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, pengesahan anggaran selesai, walaupun dihadapi dengan berbagai dinamika," ujarnya

Pembinaan Tagana Se Provinsi Banten

Tangerang, bantencom - Sabtu,13/12. Taruna tanggap bencana (Tagana) harus mampu dan cepat dalam melaksanakan operasi penyelamatan kebencanaan. Tagana harus dalam keadaan siap siaga, serta mampu bergerak dan bertindak cepat menuju lokasi yang tertimpa musibah, tegas Plt Gubernur Banten H. Rano Karno, S.IP saat memberikan sambutan pembinaan Tagana Kabupaten/Kota se Provinsi Banten Tahun 2014 di gedung Graha Widya Bhakti Puspitek Kota Tangerang  Selatan.
Plt Gubernur menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial  Provinsi Banten untuk Dapat melaksanakan pembinaan lifeguard kepada para anggota tagana, sekaligus meneruskan kembali program asuransi tagana. Karena program ini dapat menolong para anggota tagana untuk keamanan dirinya dan keluarganya apabila terjadi sesuatu saat melaksanakan tugasnya.
Plt Gubernur juga mengharapkan kepada para tagana dalam penanganan bencana, jangan lupa lakukan koordinasi dengan aparat yang berwenang, tidak bergerak sendiri sendiri pada saat akan melakukan penyelamatan, khusunya koordinasi kepada aparat setempat. Karena bagaimanapun mereka lebih menguasai medan dan memahamai psikologis masyarakat.
Teruslah berjuang sebagai pahlawan kemanusiaan, jaga kekompakan, kedisiplinan, loyalitas serta keikhlasan dan selalu menjaga kondisi agar tetap menjadi yang terdepan, sigap dan tanggap, ujar Plt Gubernur Banten.
Sementara itu, selaku Koordinator Tagana Provinsi Banten, Andika Hazrumy menyampaikan bahwa Tagana merupakan wadah organisasi yang berlandaskan sosial. Tagana  dibentuk untuk menghadapi permasalahan kebencanaan. Tagana pada saat ini tidak hanya menanggulangi permasalahan bencana tetapi sudah masuk pada permasalahan sosial. Tagana merupakan mitra dari pemerintah daerah  Provinsi Banten dalam menanggulangi kebencanaan, baik bencana alam maupun bencana sosial.
"Mari tiap tahun kita rekrut tagana- tagana baru untuk mempersipakan siaga bencana, minimal satu orang di satu desa. Dengan adanya tagana di desa, minimal mereka menyampaikan tentang informasi bencana kepada masyarakat sekitar. Kita telah menjalankan program kampung keluarga siaga bencana, yaitu kita memberikan informasi tentang menghadapi kebencanaan. Selaim itu , kita juga punya program santri tanggap bencana dan pada saat ini kita juga ada program asuransi bagi anggota tagana. Asuransi ini merupakan program pertama yang  ada di Indonesia bagi anggota tagana", Ujar Andika.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nandy Mulya mengatakan, jumlah tagana yang ada di Provinsi Banten sebanyak 1.268 orang, yang tersebar diseluruh Kabuapten /Kota. Masing-masing Kabupaten Kota jumlahnya bervariasi, lokasi yang mempunyai resiko bencana tinggi, relatif lebih banyak. Seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Serang. Pada hari ini hadir sebanyak 568 anggota tagana, perwakilan dari Kabupaten/Kota untuk mengikuti pembinaan.
Tagana mempunyai tugas melaksanakan penanggulangan bencana, baik pada pra bencana, saat tanggap darurat maupun pasca bencana. Tugas-tugas penanganan permasalahan sosial lainya yang terkait dengan penanggulangan bencana, adalah  tetap berkordinasi dengan aparat yang berwenang.
Penghargaan yang diraih oleh tagana Provinsi Banten dalam setiap kegiatan tingkat nasional diantaranya yaitu juara 1 jambore tagana tingkat  nasional di Semarang Jateng dan juara 2 jambore tagana tingkat nasional di Cibubur Jakarta.(ADVETORIAL)
 

INDONESIA CHANEL

Mau Berlangganan Berita dari bantencom

Masukan Email kamu disni:

Berita up to date di kirim Ke email kamu

Copyright © 2013. bantencom - All Rights Reserved
Template Created | Redaksi | banten | kesultanan banten