bantencom

bantencom

bantencom

Sekda Banten Dituding Halangi Kerja Wartawan

Diposkan oleh On 02:13:00 with No comments

SERANG, bantencom - Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ranta Soeharta diduga telah melakukan intervensi terhadap kinerja wartawan, dengan menghalang-halangi awak media yang hendak melaksanakan peliputan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), yakni melarang pengambilan gambar lokasi proyek pembangunan gedung PUPR Banten. Hal tersebut menimbulkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk para aktivis di Provinsi Banten karena dianggap telah melanggar UU Pers nomor 40 tahun 1999.

Diketahui, PT Jaya Konstruksi selaku perusahaan pembangunan proyek gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, diduga telah melakukan perusakan dan merubah lahan kosong di KP3B menjadi daerah perbukitan. Ketika pihak media hendak melakukan konfirmasi saat dilaksanakannya kegiatan syukuran di lokasi proyek pembangunan gedung PUPR, sejumlah keamanan proyek langsung melakukan pelarangan. Bahkan ketika hendak mengambil gambar di dalam lokasi dari atas gerbang, tetap tidak diperkenankan.

Salah seorang Petugas Keamanan Proyek, Kartono mengatakan, dirinya diperintahkan untuk melarang siapapun masuk ke lokasi kegiatan syukuran, termasuk awak media jika tidak ada izin dari Sekda. Termasuk mengambil foto lokasi syukuran.
"Kalau tidak ada izin Sekda tidak boleh masuk untuk liputan. Ini cuma slametan, silahkan hubungi saja dahulu pak Sekda nya," ujar Kartono, Rabu (20/09).

Ketua LSM Gasak, Ijul menyatakan, baik Sekda maupun PT Jaya Konstruksi tidak berhak melarang media untuk melaksanakan tugasnya dalam mencari berita. Termasuk meminta konfirmasi mengenai perusakan aset dan membuat lahan kosong menjadi pembuangan sampah serta puing bangunan gedung, hingga melarang media ambil gambar.

"Ini milik negara, siapapun bisa masuk. Apalagi cuma acara begini. Sudah merusak aset Pemprov, dibiarkan saja. Sekarang malah melarang media mengambil gambar dan,masuk lokasi. PT Jaya Konstruksi ini kok kaya yang spesial banget," katanya.

Senada dikatakan Direktur Organisasi Aliansi Jurnalis Banten, Suparman. Siapapun yang menghalang-halangi tugas wartawan dalam mencari berita, sudah melanggar UU Pers nomor 40 tahun 1999 dengan ancaman kurungan dua tahun penjara atau denda 500 juta. Apalagi, kata Parman. Menurutnya, seorang Sekda tidak mempunyai hak untuk melarang awak media melaksanakan tugas. Terkecuali hal itu rapat tertutup, tetapi setelah itu, tetap memberikan keterangan terhadap media.

"Meskipun rapat tertutup agenda penting yang membahas soal Banten maupun keuangan negara, kan bisa menjelaskan usai itu. Apalagi media bukan mau liputan acara syukuran. Hanya minta komentar pihak perusahaan yang selama ini terkesan tertutup. Jadi, moment ketika syukuran sebenarnya waktu tepat untuk minta penjelasan, tapi malah tidak boleh masuk. Ada apa ini sebenarnya dengan pembangunan dan PT Jaya Konstruksi," ujar Parman.

Untuk itu, Parman menegaskan pihaknya meminta agar Sekda Banten dan PT Jaya Konstruksi bertanggungjawab atas tindakan yang dilakukannya terhadap salah seorang awak media koran Harian Tangerang Raya. Bila perlu, Parman akan melaporkan hal itu karena telah melanggar pasal 4 ayat 3 Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999, tentang jaminan bagi pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

"Kalau begitu, Sekda dan PT Jaya Konstruksi diduga sudah melanggar. Sebab, setiap orang atau lembaga yang menghambat atau memghalangi kinerja wartawan, terancam pidana penjara dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta," tegas Parman.

Peresmian sekali gus tiga kantor yang beda fungsi

Diposkan oleh On 17:33:00 with No comments

Serang, Bantencom - peresmian satu kantor yang berfungsi untuk tiga managemen yang berbeda.

Peresmian kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kantor   Corporate Social Responsibility (CSR) dan kantor Himpunan Pengusaha Wilayah Serang (HIPWIS). Bertempat di area rumah toko (Ruko) kawasan modern industri kecamatan Cikande Serang Banten. Selasa (12/09).

Dengan tujuan untuk mempermudah akses pelayanan yang lebih baik, maka diadakan kantor ketiga managemen yang berbeda ini namun ada kaitan funsi yang saling menunjang dibidang kinerjanya.

Dengan diadakan kantor APINDO untuk wilayah serang, maka segala pelayanan akan lebih mudah, karena dikabupaten serang ada enam ratus delapan puluh delapan, (688) perusahaan kecil, menengah dan perusahaan besar, sehingga wajar kalo harus terbentuk kantor APINDO di kabupaten Serang. 

Banyaknya perusahaan pailit dikabupaten Serang karena adanya ketidak seimbangan managemen, seperti sulitnya bahan baku industri, tingginya biaya oprasional produksi, tenaga kerja yang minta upah tinggi.

Hal ini diungkapan ketua APINDI, H. Mustofa "Perlunya diadakan kantor APINDO dikabuparen Serang tentu saja hal yang seharusnya, karena dikabupaten Serang ada 688 perusahaan, terdiri dari perusahaan kecil, menengah dan perusahaan besar,  sehingga menbutuhkan pelayanan yanga maksimal,  kami bekerja sama dengan pemerintahan daerah demi mempermudah segala kinerja. adapun selama ini kesulitan para pengusaha karena sulitnya bahan baku, biaya oprasional yang sangat tinggi, para pekerja minta upah diatas kempuan perusahaan, nah itulah yang membuat perusahaan pailit" ujarnya.

Ditempat terpisah ketua CSR, Pascall Wilson menjelaskan "Tujuan diadakannya kantor CSR dikabupaten Serang yaitu untuk merangkul para pengusaha agar terbentuk kerja sama dalam melaksanakan bentuk kesejahteraan kepada masyarakat sekitar, dan ada wadahnya sebagai pengordinir, jadi tidak masing masing perusahaan, kadang ada perusahaan yang mengabaikan kewajibanya,dengan adanya kantor CSR dikabupaten Serang, maka kami akan memantau dan melaksanakannya sebagai mana seharusnya, seperti menyalurkan air bersih kepada warga, santunan masyarakat tidak mampu, kesejahteraan rumah tidak layak huni" ungkapnya. (dewa)

HUT RI Jaga Kekompakan Warga TCP Gang Koalisi

Diposkan oleh On 17:11:00 with 2 comments

Serang, bantencom - Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 72 Tahun menjadi salah satu momen penting dalam mempererat tali silarurahmi diantara warga.

Berbagai macam perlombaan digelar oleh panitia lomba 17 belasan. Seluruh peserta baik anak-anak dan orang tua pun ikut ambil bagian. Kegiatan yang diadakan di jalan gang ini berlangsung sejak pagi setelah upacara bendera disekolah pada hari Kamis 17 Agustus 2017.

Jenis permainan yang dilombakan tersebut Antara lain mengambil kelereng menggunakan sumpit, memasukan benang kelubang jarum secara estafet dan lain-lain.

Tidak perlu fasilitas mewah,  memanfaatkan fasilitas yang ada tidak mengurangi kemeriahan acara, itu disebabkan dalam perlombaan tersebut lebih menekankan kepada hiburan. Para peserta tidak henti-henti berjoget selama pertandingan karena selalu diiringi oleh musik, goyangan ibu-ibu dan bapak-bapak mengundang gelak tawa para penonton.

Hal ini sampaikan oleh panitia perayaan 17 belasan Gang Koalisi (gabungan antara gang warga blok G dan warga Blok K) Desa Pelawad Kampung Taman Ciruas Permai Aris.

"kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar warga, walau dengan fasilitas apa adanya tidak mengurangi kemeriahannya" katanya. (Rid)

Rumah ambruk rata dengan tanah, karena tak mampu perbaiki

Diposkan oleh On 22:17:00 with 2 comments

Serang Bantencom - Rumah ambruk karena dimakan usia, lagi-lagi faktor kemiskinan yang jadi penyebabnya.

Umdana 35 th warga kampung Simpang Sari desa Cemplang kecamatan Jawilan Serang Banten, rumahnya ambruk rata dengan tanah akibat tak mampu untuk memperbaiki rumahnya, Rabu (16/08).

Umdana yang masih lajang tinggal sebatangkara, sejak kedua orang tuanya bercerai Umdana tinggal bersama sama ayah, karena faktor ekonomi ia tak mampu bersekolah,hanya sampai kelas dua sekolah dasar.

Sang ayahpun meninggal dunia empat bulan yang lalu, kini kehidupan Umdana makin memprihatinkan, ditambah lagi Umdana tak mempunyai pekerjaan tetap, jangankan buat perbaikan rumah, untuk makan sehari-hari saja susah.

Ambruknya rumah umdana tak menyisakan apapun, perabot rumah tangga hancur tertimpa, Umdana mengalami luka dikaki dan tangan.

Untuk makan sehari-hari Umdana harus putar otak, kadang diberi sama tetangga sekitar. Kini ia hanya bisa pasrah, dirundung sedih sambil membereskan sisa genteng dan geribik yang sekiranya masih bisa dipergunakan.

Harapan Umdana dapat membangun kembali rumahnya hanya sebatas mimpi, namun ia masih punya harapan barangkali ada bantuan dari pemerintah.

"Waktu rumah saya roboh saya sedang tidur, semua isi rumah hancur,  saya juga ketimpa genteng, kaki dan tangan saya luka.  Saya gamampu membangun kembali rumah ini, tapi saya masih punya harapan, barang kali ada bantuan dari pemerintah,  ujarnya (dewa).

Sebuah masjid berbentuk kapal laut jadi tempat rekreasi.

Diposkan oleh On 13:14:00 with 2 comments

Bangunan megah sebuah masjid bertemakan kapal laut bernuansa religi.

Serang, Bantencom - keberadaan bangunan sebuah masjid yang dirancang ta ubahnya seperti kapal laut berdiri megah ditengah tengah tanah makam warga kampung Drangong desa Curugmanis kecamatan Curug Serang Banten.

Menurut silsilah syekh Abdullah Angga Derpa kapal bosok dan 83 keturunannya dimakamkan disini, hingga kini menjadi budaya religi dan tempat berjiarah warga serang banten dan sekitarnya.

Bangunan mesjid yang menyerupai kapal laut inipun diambil dari cerita sejarah beberapa abad silam, yang mana syekh Abdullah Angga Derpa konon menarik sebuah kapal laut hingga terdampar ditanah makam ini. sisa bangkai kapal kini tersisa beberapa baut saja dan tersimpan dibagian atas masjid.

Masjid berbentuk kapal laut berlantai tiga tersebut kini jadi tempat rekreasi warga Serang Banten dan sekitarnya, sehari hari ramai pengunjung, terlebih dihari minggu, pengunjung sangat membludak.

Para pengunjung penasaran ingin naik kelantai tiga maajid, namun syaratnya harus berjiarah dulu dimakam keramat Syekh Abdullah Angga Derpa.

Tidak ada tiket masuk, pengunjung hanya bayar parkir motor Rp. 2000 dan mobil Rp. 5000 serta amal sodakoh seiklasnya saat pengunjung memasuki area jiarah.

Dengan fasilitas toilet, musolah dan kantin membuat pengunjung semakin nyaman, kebanyakan pengunjung membawa sanak family.

Masjid megah bernuansakan kapal laut tersebut dijuluko kapal bosok, mesjid berada ditengah tengah tanah makam seluas dua hektar.

Dibangun sejak 2014, empat tahun sudah berjalannya waktu, namun dapat diselesaikan bulan mei 2017, entah berapa biaya pembangunan masjid tersebut, karena dana yang didapat adalah swadaya masyarakat, sehingga tidak ada rinciannya.

Menurut Aad warga setempat yang juga sebagai pemandu jiarah,  "pembangunan masjid ini selama empat tahun, dan selesai empat bulan kemarin yaitu bulan mei, dibangun diatas tanah makam keramat Syekh Abdullah Angga Derpa kapal bosok dan 83 keturunannya,dengan luas tanah makam dua hektar. Untuk anggaran biaya tidak bisa diprediksi karena dibangun secara bertahap selama empat tahun dan tidak ada rinciannya" ujarnya (Dewa).

Sambut hut RI ke - 72 terlihat penjual bendera disepanjang jalan.

Diposkan oleh On 15:09:00 with 2 comments

Penjual bendera merah putih dan umbul umbul terlihat meriah dengan penuh warna warni.

Serang- Bantencom. Menjelang hut RI ke - 72 para penjual bendera merah putih dilengkapi umbul umbul terlihat disepamjamg jalan.

Seperti diperumahan Cikande Permai kecamayan Cikande Serang Banten,  nampak berjejer penjual bendera merah putih.

Mereka sengaja membentangkan bendera dan umbul umbulnya agar mudah dilihat oleh para pengguna jalan.

Ada yang menjajakan jualannya dibentangkan diantara pepohonan, dan ada juga yang berjualan diemperan toko,dan ada juga yang menggunakan gerobak.

Mereka mengaku tidak ada kendala dalam menjajakan barang barang jualannya, namun terkendala jika turun hujan.

Mereka mendapatkan barang barang tersebut dari pemasok daerah Cirebon, ada juga yang menjahit sendiri.

Kalau dilihat dari keuntungannya memang tidak seimbang dengan pekerjaannya yang harus nunggu seharian, tapi dari pada nganggur ya lebih baik....

Seperti diakui Sidik,  dirinya mengaku suntuk saat menunggu calon pembeli, kadang ada yang nawar harga dibawah modal, ada yang rewel, bermacam macam sifat orang.

Sidik pun mengaku penghasilan jualan bendera tak cukup buat makan, namum ya mau apa lagi? Karena Sidik orang yang tak punya kerjaan tetap.

"sebenarnya saya juga sudah lelah jualan bendera, karena penghasilan yamg sangat miwwnim tapi ya mau apalagi? Saya tidak punya pekerjaan tetap" ujarnya (dewa)

Sebuah gudang kayu terbakar

Diposkan oleh On 14:01:00 with 1 comment

Serang, Banten com.  Sebuah gudang penyimpanan kayu bahan pembuat bingkai foto terbakar dini hari.

Gudang penyimpanan kayu yang berada dijalan Cikande Rangkasbitung km1 kecamatan Cikande Serang Banten. Hampir seluruh isi gudang terbakar, selasa 19/07/17.

PT. OLPRES yang menyimpan berbagai jenis kayu sehingga mudah terbakar, api menjalar keseluruh ruangan, termasuk mesin potong kayu,boiler dan kompresor tak luput dari amukan sijago merah.

Api sulit dipadamkan karena banyak bahan kayu hancuran serupa sekam, akibatnya menimbulkan asap yang sangat mengganggu pandangan.

Tiga unit pemadam kebakaran (damkar) dari PT. Nikomas dan dari kawasan moderen industri diturunkan, setelah tiga jam api baru dapat dipadamkan, pasalnya kesulitan sumber air.

Belum diketahui awal mula penyebab terjadinya kebakaran,
Namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Ongo, karyawan PT. Olpres yang tinggal di mess perusahaan, dirinya tak tau pasti awal mula terjadi kebakaran, sepengetahuannya api sudah membesar sejak pukul 04.30 dinihari. "saya ga tau pasti penyebab kebakaran, saya taunya api sudah menyala kesrluruh ruangan sekira pukul 04.30 dinihari" ujarnya kepada Banten com (Dewa)