bantencom

bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia
Keluarga Yayasan Alwaajidul Iman Banten Lakukan Ziarah Jelang Ramadhan

Diposkan oleh On 4/11/2021 01:53:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Jamaah majelis ta'lim yang tergabung di Yayasan Alwaajidul Iman Banten menggelar Ziarah ke tiga tempat makam syech wali dan ulama di Banten pada hari Sabtu hingga Minggu 09 dan 10 April 2021.

Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun jelang datang nya bulan suci Ramadhan dan tempat yang dituju adalah makam para syech dan ulama termasyur yang sudah diakui dan banyak dukunjungi oleh umat islam baik dari warga setempat atau dari luar daerah di Banten.

Tiga tempat yang disambangi oleh jamaah Yawib adalah makam Sulatan Maulana Yusuf Banten Lama, makam Syech Maulana Mansyurudin Cikadueun Kabupaten Serang, dan Makam Syech Asnawi Caringin Labuan Kabupaten Pandeglang.

Pembina Yayasan Alwaajidul Iman Banten KH Sayudi mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang bulan suci Ramadhan dan libur kegiatan ta'lim dan mengaji di majelis yang biasa dilakukan setiap malam selasa dan malam rabu.

"Kegiatan ini rutin dilakukan oleh keluarga yayasan alwaajidul iman banten setiap tahun dan pelaksanaannya menjelang bulan puasa ramadhan, juga meliburkan kegiatan majelis ta'lim yang biasa kita laksanakan yaitu mengaji Qur'an dan membahas Fikih setiap malam Selasa dan Malam Rabu" katanya

Sementara itu Zaeni Sutopo salah satu jamaah yawib mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik sekali untuk ajang silaturahmi antar jamaah agar semakin akrab.

"Kegiatan ini sangat baik sekali selain kita bisa beriktibar juga bisa mempererat tali silaturahmi antar jamaah yawib" kata zaeni yang juga dikenal pandai dalam membuat racikan kopi.

Sebelum pulang, rombongan jamaah yawib mengunjungi salah satu tempat wisata pemandian air hangat yang ada di Kabupaten Pandeglang. Canda tawa para jamaah menambah keakraban didalam kolam pemandian air hangat Cisolong. (Ridwan Salba)
Sekda Banten Dilaporkan ke Kemendagri dan Kemensesneg.

Diposkan oleh On 4/10/2021 11:07:00 AM with No comments


SERANG, bantencom
Sekda Banten Al Muktabar dilaporkan kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg), Jumat (9/4/2021). 

Pelaporan ini didasarkan anggapan bahwa sekda Banten dinilai tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik sebagai pimpinan tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. 

"Sekda Banten tidak melaksanakan fungsinya, seperti pengkoordinasian penyusunan Kebijakan Daerah, pengkoordinasian pelaksanaan tugas perangkat daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah, pelayanan administrasi, pembinaan ASN pada instansi daerah serta pelaksanaaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah terkait tugas," kata Koordinator Presidium NGO Banten, Kamaludin usai lapor. 

Berdasarkan kebijakan yang terjadi terhadap regulasi di Pemprov Banten terkait kepegawaian hingga tata kelola keuangan daerah, maka Kamal berkesimpulan, bahwa Sekda sebagai Ketua Baperjakat dan Ketua TAPD sudah tidak layak karena tidak mampu lagi menjalankan tugasnya. 

“Laporan sudah kami sampaikan hari ini, satu bundel berkas, sudahlah ini menjadi wewenang Inspektorat Jenderal Kemendagri RI, kita tunggu saja keputusannya nanti,” ujarnya (edi)
Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja Sekda Banten

Diposkan oleh On 4/08/2021 09:20:00 PM with No comments


SERANG bantencom.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), melakukan aksi demontrasi menagih janji politik empat tahun kepemimpinan Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy (Aa) dalam membangun Provinsi Banten.

Dalam rangkaian aksinya, mahasiswa yang berasal dari Banten Selatan itu membawa poster sebagai tuntutan dan kecaman kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten. Selain itu, mereka juga membakar ban sebagai simbol kekecewaan.

Ketua Perwakilan (PW) Kumala Serang, Misbah mengatakan, polemik besar yang merugikan masyarakat kerap terjadi di Pemprov Banten. Hal itu dinilai karena perencanaan pembanguan kurang baik. Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekda Banten al Muktabar didesak bertanggungjawab atas hal itu.

Menurutnya, Gubernur Banten wajib mengevaluasi kinerja dari Sekda Banten. Agar, kekisruhan di tubuh Pemprov Banten tidak terualng kembali pada kemudian hari. Seperti halnya ketelatan transfer Dana Bagi Hasil Pajak (DBH) pada kabupaten, kota. Hal itu akan berdampak pada pembangunan.

“Penegasan, evaluasi kinerja Sekda dan menindak tegas jangan sampai terulang kembali. Bagaimana tindakan Gubernur Banten sebagai pucuk pimpinan tertinggi. Terlepas dari Gubernur Banten atas tindakan pencopotan, dikembalikan kepada pemimpin yang harus mempertanggungjawabkan persoalan hal yang sifatnya sakral,” katanya saat diwawancara usai aksi, di lampu merah Ciceri, Kota Serang, Kamis (8/4/2021).

Disisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten lalai dan gagap dalam pembuatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021. Hal itu dipicu oleh keputusan pinjaman daerah yang diajukan Gubernur Banten kepada PT. SMI dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pemprov dinilai terlalu percaya diri dana pinjam tahap II itu tanpa bunga. Padahal, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 179 tahun 2020 telah dikeluarkan pada bulan November 2020 sebagai dasar pinjaman daerah.

Akan tetapi, Pemprov memaksakan pinjaman daerah bagian dari sumber APBD tahun 2021 dan disahkan pada bulan Desember 2020 bersama DPRD Banten. Sehingga pada perjalannya, dana pinjam menjadi buah simalakama karena diwajibkan membayar bunga 6 persen. Akibatnya saat ini, Pemprov kebingungan untuk melanjutkan dana pinjam itu.

“Bunga dari Rp4,1 triliun dengan bunga 6 persen menjadi beban yang harus dibayarkan masyarakat. Artinya pemprov Banten lalai dan gagap terkait dengan pembuatan APBD 2021 kawan-kawan,” ujarnya.

Atas polemik itu, mahasiswa menuding Pemprov Banten tidak jeli dalam menganalisa kebijakan dan regulasi yang berlaku. Hingga akhirnya, sejumlah pembangunan prioritas di tahun anggaran 2021 terancam tidak tercapai.

“Lalu pada 2021, Banten kembali minjam lagi Rp4,1 triliun. Tapi ternyata setelah ada PMK (nomor 179 tahun 2020) itu dan ada bunga dari Rp4,1 triliun itu menjadi pembahasan kemabli. Apakah gubernur tidak tahu atas kebijakan pusat?,” ungkapnya.

Selain itu, mereka juga menyoroti janji WH dan Aa tentang berobat gratis hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tapi nyatanya hal itu dianggap hanya sebuah dongen.

“Berobat gratis KTP nyatanya belum terbukti. Janji politik WH-Andika dilalaikan. Kalau Pemprov tidak melaksanakan itu, mereka gagal dalam memimpin,” tegasnya.

Belum lagi terkait insfratuktur di wilayah Kabupaten Lebak yang masih memprihatinkan. Ditambah, janji pembangunan sekolah dan ruang kelas masih belum terkabulkan sepenuhnya hingga saat ini.

“Gubernur akan membangun 128 tambahan bangunan baru, lalu akan membangun 2016 kelas baru,  tapi nyatanya Pemprov hanya membangun 36. Artinya selama 4 tahun kemana sebetulnya,” terangnya.
KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan

Diposkan oleh On 4/08/2021 05:17:00 PM with No comments

JAKARTA, bantencom – Upaya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 & 10 untuk menyelenggarakan bisnisnya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan mendapatkan pengakuan dalam Indonesia Green Award (IGA) 2021. Pembangkit dinilai berinistiatif ramah lingkungan karena teknologi maju yang digunakan. Dengan inisiasi tersebut, PT Indo Raya Tenaga (IRT) sebagai pengelola pembangkit tersebut, mampu menekan emisi jenis polutan SOx, partikulat, dan NOx hingga jauh di bawah ketentuan maksimal yang disarankan pemerintah. 

Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun menilai, pembangunan PLTU Jawa 9&10 patut menjadi role model untuk pengembangan pembangkit yang ramah lingkungan. Menurutnya, Indo Raya Tenaga selaku pengembang pembangkit tersebut serius berkomitmen menciptakan PLTU yang ramah lingkungan.

"Ini bisa mengubah kesadaran para pengusaha tentang tanggung jawab," tegas Wakil Menteri KLHK Alue Dohong yang ditemui wartawan usai menghadiri  IGA 2021 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (7/4) malam.

Ia mengatakan, keberadaan perusahaan seperti IRT, memunculkan kesadaran para pengusaha untuk menjaga kelestarian lingkungan. Dengan tujuan utama, mencegah kerusakan alam akibat emisi atau gas buang yang keluar dari PLTU atau pabrik. Apalagi, menurut dia, saat ini masih banyak pengusaha yang abai akan hal tersebut.  Alue pun mendorong para pengusaha untuk berani mengeluarkan terobosan baru, mencegah kerusakan lingkungan tersebut, seperti pengelola PLTU Jawa 9&10.

"Dan itu bisa membuat branding usaha nya lebih bagus. Sebab, tidak hanya mengejar keuntungan saja. Tapi juga memperhatikan sosial juga," tandasnya.

Bila tak ada perubahan dalam upaya bisnis lebih memperhatikan lingkungan, Alue khawatir, hal tersebut akan menyebabkan perubahan iklim  secara drastis. Bahkan, bisa  menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir, kekeringan, hingga peningkatan muka air laut. 

Penyelenggara IGA kali ini memberikan penghargaan kepada IRT dengan kategori perusahaan yang  Memelopori PLTU Nan Ramah Lingkungan dengan Teknologi Maju. Teknologi seperti Flue Gas Desulfurization (FGD), Electro Static Precipitator (ESP), Low Nox Burner, dan Selective Catalytic Reduction (SCR) pun dipakai untuk menekan emisi udara berupa SOx, partikulat, dan NOx.   
Konstruksi PLTU yang juga memasang Ultra Super Critical (USC) dan menggunakan peralatan utama buatan Organisation of Economic Co-operation and Development (OECD) ini, diresmikan Presiden Joko Widodo melalui ground breaking pada 2017 lalu. Sejak tahap pembangunan, PLTU 9&10 dinilai  KLHK dan penyelenggara IGA,  sudah melakukan sejumlah upaya pelestarian lingkungan, termasuk penghijauan dan konservasi alam.

Penyematan penghargaan sebagai pelopor PLTU berteknologi maju yang ramah lingkungan terhadap PLTU Jawa 9&10 adalah hal yang disyukuri oleh manejemen IRT.  Penghargaan ini juga diartikan sebagai wujud gambaran komitmen pemeliharaan lingkungan yang merupakan  prinsip dasar berbisnis PLTU Jawa 9&10.

"Kami satu-satunya di Indonesia yang pakai teknologi paling lengkap, termasuk SCR. Jerih payah komitmen kami itu bisa diakui paling tidak oleh pemerintah yakni KLHK. Selain itu ada juga sense of achievement secara pribadi, boleh dibilang orang menggadang-gadangkan green, we are try to make it as green as possible untuk base load yang reliable," tegas Presiden Direktur Indo Raya Tenaga Peter Widjaya di sela-sela acara malam penganugerahan Indonesian Green Award 2021, Rabu malam (7/4).

Menurut peraturan, standar baku mutu SOx, Partikulat, dan NOx untuk PLTU dalam tahap konstruksi ini masing-masing adalah 550 mg/Nm3, 100 mg/Nm3, 550 mg/Nm3. Namun dengan teknologi yang digunakan pembangkit Jawa 9&10, angka-angka tersebut dipangkas menjadi dibawah 350 mg/Nm3, 30 mg/Nm3, dan 128mg/Nm3, secara berurutan untuk SOx, Partikulat, dan NOx. 

"Memang sudah cukup rendah, namun kami yakin akan bisa jauh di bawah itu apabila bahan bakar yang disuplai sesuai standar pabrikan," tegas Peter yang didampingi Direksi IRT lainnya, Jinyoung Jeong dan Moch. Chairul.

Ia melanjutkan, PLTU Jawa 9&10 yang 51% kepemilikannya pada PLN adalah showcase keberhasilan pemerintah dalam menggaet pihak swasta dan bank-bank internasional untuk mendanai mega proyek tanpa jaminan pemerintah dan tanpa membebani APBN.  "Proses Project Financing sangat melelahkan, belum ada preseden joint venture yang seperti ini, apalagi tahun lalu kami FC (Financial Closing - red.) waktu pandemi," tandasnya.**
Terkait Teror, Kapolri Perintahkan Peningkatan Kewaspadaan Jajaran

Diposkan oleh On 4/01/2021 12:24:00 AM with No comments

Jakarta, bantencom — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, pelaku teror yang melakukan penyerangan di Mabes Polri merupakan seorang wanita berinisial ZA. 

"Bernama ZA (25), alamat di jalan Lapangan Tembak, Kepala Dua Wetan, Jakarta Timur. Berdasarkan face recognatiion, sesuai," kata Kapolri kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). 

Listyo Sigit menjelaskan, wanita tersebut masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri. 

"Oleh anggota ditunjukan. Namun kemudian yang bersangkutan kembali melakukan penyerangan yang ada di pos jaga," tandas Kapolri. 

Adapun ZA, merupakan lone wolf yang memiliki ideologi ISIS. Hal ini terbukti dari hasil profiling di media sosialnya didapati tulisan-tulisan yang terkait dengan perjuangan jihad. Bahkan, sebelum melancarkan aksi penyerangan, ZA memposting di akun Instagram bendera ISIS. 

"Yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi ISIS. Yang dibuktikan postingan yang bersangkutan di media soaial, yang bersangkutan memiliki akun IG yang baru dibuat 21 jam yang lalu. Dimana di dalamnya ada bendera ISIS," ungkap Kapolri. 

Pelaku juga diketahui merupakan mahasiswa salah satu universitas swasta, namun Drop Out pada semester lima perkuliahan. Saat melakukan penggeledahan di kediamannya, Densus menemukan sepucuk surat wasiat yang ditujukan kepada orang tua pelaku. 

"Ditemukan di rumahnya surat wasiat, dan ada kata-kata di WAG keluarga, kalau yang bersangkutan akan pamit," beber Kapolri. 

Atas kejadian ini, Kapolri meminta agar jajaranya tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat namun meningkatkan pengamanan di seluruh tingkatan. 

"Tingkatkan keamanan di markas komando maupun yg bertugas di lapangan," pungkas Kapolri.
ACT Gandeng DMI Pelawad Salurkan Santunan Yatim

Diposkan oleh On 3/25/2021 06:35:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Aksi Reaksi Cepat (ACT) menggandeng DMI Pelawad dalam menyalurkan santunan yatim sekitar Perumahan Taman Ciruas Permai Kamis 25 Maret 2021. Pelaksanan santunan dilaksanakan dihalaman masjid Nurul Huda blok Gardenia.

ACT memberikan santunan secara simbolis kepada perwakilan DMI Ustadz Aswan Lubis dan diteruskan kepada 25 anak yatim dari beberapa blok yang ada di perumahan TCP.

Dalam sambutannya, Ustadz Aswan Lubis mengatakan bahwa apa yang dilakukan organisasi ACT menjadi motivasi bagi warga sekitar untuk berbuat yang sama terutama terkait kepedulian terhadap anak yatim.

"Terima kasih kepada ACT atas kepeduliannya terhadap anak yatim di sini, semoga Allah meridhoi dan menerima amal sholehnya, dan ini menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa memperhatikan anak yatim. Jika orang luar saja mau memperhatikan anak yatim dilingkungan kita, apa lagi kita." Katanya.

Lebih lanjut Ustadz Aswan yang juga selaku ketua bidang sosyadhu DMI Desa Pelawad berharap ACT bisa berkolaborasi dengan DMI Pelawad disetiap kegiatan terutama yang menyangkut sosial.

"Saya berharap ACT bisa juga berkolaborasi dengan DMI di setiap kegiatan DMI Pelawad, karena DMI Pelawad juga memiliki program-program yang berkaitan dengan sosial kemanusiaan" tutup nya.

Sementara itu, Noval selaku perwakilan ACT mengatakan program yang dilakukan ini merupakan program dari ACT pusat yaitu Program Sedakah Pangan Nasional yang akan berlangsung hingga bulan Mendatang.

"Kegiatan ini merupakan program ACT pusat yaitu Gerakan Sedekah Pangan Nasional, dan akan terus berlangsung hingga bulan Mei. Untuk tempat santunan dilakukan ditempat berbeda" kata pemuda yang berasal dari Kuaron.
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Di Pasar Rau

Diposkan oleh On 3/25/2021 10:01:00 AM with No comments

Kota Serang, bantencom  - Satreskrim Polres Serang Kota menangkap lima pelaku pembacokan dan penganiayaan yang terjadi di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten. Para tersangka ditangkap dalam pelariannya di Lampung, pada Selasa, 23 Maret 2021 kemarin.

Para tersangka berinisial AF alias MP (30) warga Unyur, JH alias JB (30) warga Kasemen, WH alias NN (36) warga Unyur, HM alias BJ (27) warga Unyur dan EG. Kemudian korbannya, AS alias Acil (26) dan JL (25). Korban AS meninggal karena banyaknya luka bacokan yang di derita. Sedangkan JL masih perawatan intensif di rumah sakit.

"Empat pelaku melarikan diri ke Lampung, bersembunyi di rumah teman salah satu tersangka. AF, WH, HM, saat ditangkap melawan dan berupaya melarikan diri. Sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur," kata Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.IK., M.Si., melalui Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Mochammad Nandar, S.IK saat press conference di Mapolres Serang Kota, Rabu (24/03/2021).

Akibat perbuatannya para pelaku dikenakan ancaman pidana, pasal 179 ayat 2 ke 3, dengan ancaman pidana 12 tahun kurungan penjara.

"Para tersangka juga residivis curanmor, judi dan narkoba," jelasnya.

Menurut AKP Nandar, pembacokan bermula karena permasalahan saling ejek. Atas inisiatif EG, dia mengajak kelompok AS bertemu di Terminal Cangkring, Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, pada Sabtu, 20 Maret 2021 sekitar pukul 20.00 wib.

Niat hati AS menyelesaikan masalah dengan baik-baik, namun dia dan temannya malah dikeroyok dan di bacok oleh kelompok EG. Nahas, korban AS meregang nyawa usai kritis dan mendapatkan perawatan di RSUD Serang, karena banyaknya luka yang dia derita.

Senjata tajam yang digunakan pelaku JH alias JB untuk membacok korbannya, di ambil secara spontan dari salahsatu warung ayam potong di PIR, Kota Serang.

"Korban AS di bacok empat sampai lima kali, korban JL satu kali. Mereka di aniaya oleh JH alias JB. Goloknya di ambil dari tukang ayam disitu," terangnya.

Sebelumnya sempat diberitakan pada Sabtu, 20 Maret 2021, aksi pembacokan terekam CCTV. Videonya kemudian menyebar di media sosial (medsos) pada Minggu, 21 Maret 2021. Malam usai kejadian, Sabtu, 20 Maret 2021, polisi mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP dan memeriksa saksi. (TP/HUMAS).
Pengrajin Tahu Tempe Makin Terhimpit Akibat Harga Kedelai Melejit.

Diposkan oleh On 3/17/2021 02:53:00 PM with No comments



SERANG Bantencom,
Kenaikan harga kedelai dirasakan pengrajin tempe dan tahu di Banten. Semua kota dan kabupaten merasakannya, salah satunya Kota Serang. Kenaikan harga kedelai terjadi dalam 6 bulan berturut-turut hingga saat ini. Bahkan pernah terjadi peningkatan harga sampai empat kali dalam satu bulan.

"Kedelai adalah bahan baku utama bagi perajin tempe. Kenaikan yang begitu besar sangat berdampak terhadap ekonomi perajin tempe se-Banten," demikian diungkapkan anggota DPRD Banten dari PSI, Maretta.

Maretta menegaskan, dampak pandemi terhadap ekonomi sangat berat. Masyarakat secara umum mengalami penurunan kemampuan konsumsi termasuk konsumsi makanan harian. Salah satu yang menjadi penyelamat asupan protein bagi rakyat dengan harga terjangkau adalah tempe dan tahu. 

"Kenaikan harga kedelai yang dialami perajin di Banten, tak hanya memukul margin perajin, namun juga berpotensi mengganggu kontinyuitas supply tempe bagi masyarakat menengah bawah. Pemprov jangan diam saja. Ini masalah rakyat kecil yang butuh perhatian," tandas Maretta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PSI Banten itu.

Harga kedelai yang bagus kualitasnya semula ada di kisaran 7.500/kg, namun saat ini harganya melonjak dalam jangka pendek hingga 10.200/kg di tangan pengrajin tahu dan tempe. 

Maretta, bersama Pengurus PSI Serang, bro Nanang & Riad, langsung turun ke lapangan, menemui perajin tahu tempe di Kopti Serang, kec Kramat Watu Kab Serang pada 16 Maret 2021. 

"Kenaikan harga kedelai mengakibatkan perajin kesulitan mempertahankan skala usahanya. Konsumsi kedelai untuk diolah jadi tempe dan tahu terus merosot. Tentu kondisi ini memprihatinkan,' kata anggota komisi 2 DPRD Banten itu.

Dalam dialognya dengan Ketua Kopti Serang, Dadan dan perajin tahu tempe yang ditemui, akibat kenaikan harga kedelai ini perajin hanya mampu memproduksi 50kg kedelai per hari dengan keuntungan saat ini hanya bisa mencapai 50% persen dari keuntungan sebelum kenaikan harga. Pengrajin tidak bisa menaikkan harga jual karena tidak ada konsumen yang mampu membeli tempe tahu hasil produksinya. 

"Ini yang membuat pasar tempe dan tahu berbeda. Konsumennya yang banyak adalah menengah bawah. Akibatnya, produksi sangat elastis terhadap harga. Jika ada kenaikan harga produk, konsumsi akan turun. Ini yang dirasakan perajin," ujarnya.

Perajin menyiasati dengan mengurangi ukuran tahu tempe yang dijualnya, meskipun masih belum bisa mencapai keuntungan yang diharapkan seperti sebelumnya. Daya beli masyarakat tidak bisa dipaksakan mengikuti lonjakan harga kedelai ini. 

Masih cukup beruntung bagi pengrajin tahu tempe yang tergabung dalam Kopti (Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia) karena Kopti masih memiliki kebijakan untuk memberikan pinjaman bagi anggotanya karena dampak kenaikan ini. Bila tidak, maka biasanya pengrajin bisa terlilit hutang pada rentenir.

"Perlu dipastikan bantuan usaha kecil pemprov bisa menyasar ke perajin tahu tempe. Pemprov juga wajib mengajak serta kota dan kabupaten di Banten untuk serentak turun membantu perajin tahu tempe," tegas Maretta.

Maretta mengaku sedih saat interaksi dengan perajin. Saat ini untuk bertahan hidup sungguh berat. Hal-hal yang sederhana seperti memberikan uang jajan pada anak dan cucu menjadi sungguh sulit dilakukan.

"Sebagai seorang ibu, tentu saya sedih melihat keluarga perajin tempe dan tahu bahkan tak mampu memberikan uang jajan untuk anak cucunya. Ini hal sederhana yang biasa dilakukan untuk membahagiakan anak cucunya." Katanya.

Penurunan pendapatan dibenarkan oleh Dadan. Kopti pun keberadaannya makin berat. Semangat koperasi yang dibangun dari awal adalah untuk menyejahterakan anggotanya jadi terimbas karena menurunnya pendapatan pengrajin. Namun demikian, Kopti tetap berkomitmen memberikan bantuan bagi anggotanya membutuhkan. 

Upaya upaya Kopti untuk memperjuangkan nasibnya ke pemerintah pusat tidak mendapat respon positif. Kopti berharap kembali pada kebijakan awal agar bulog yang menangani import kedelai dan didistribusikan melalui Kopti. Saat ini pasar terlalu bebas menentukan harga dari importir. Fungsi pengawasan terhadap harga yang berkembang cenderung tidak terkontrol karena harga terkesan dibiarkan ditentukan oleh importir. Ketika terjadi kenaikan harga seperti ini, Kopti hanya bisa pasrah menerima harga yang ada. Bahkan bisa terjadi harga di Kopti akan lebih mahal sedikit dibandingkan dengan toko sebelah. Namun demikian hal ini terjadi karena Koperasi memang menyisihkan alokasi untuk kesejahteraan bersama anggota. 

"Pemprov Banten harusnya membantu perajin. Menyampaikan aspirasi ke kementerian dan mencari jalan keluar bersama. Bukan diam saja dan berkilah itu sebagai mekanisme pasar belaka." Jelas Maretta.

Maretta menambahkan pemerintah pusat maupun daerah kurang berpihak pada masyarakat kecil. Kementan pernah menjanjikan harga kedelai turun pada bulan januari. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. 

"Selain menjalin komunikasi dengan kementerian, Pemprov perlu memaksimalkan peran Koperasi seperti Kopti ini. Alangkah baiknya ada pembinaan dan dukungan terutama bagi koperasi yang masih berjuang mewujudkan komitmen anggotanya seperti Kopti Serang ini," imbuhnya.

Maretta berharap ranah pembinaan yang bisa dilakukan oleh pemprov Banten mampu membantu menguatkan kembali fungsi koperasi untuk menyejahterakan anggotanya. 
Hal ini juga dibenarkan Dadan bahwa selama ini belum ada perhatian dari pemprov untuk mendukung perjuangan kopti ini. 

"Permintaan kami agar harga kedelai dapat kembali di level 7.500 - 8.500 per kilogram, jangan sampai lebih dari itu. Beri kepastian standar harga kedelai yg dijamin pemerintah," kata Dadan.

PSI tergerak untuk mengawal upaya pemerintah dalam upaya pengendalian harga kedelai hingga di pengrajin. PSI akan bergerak menyuarakan aspirasi /jeritan pengrajin kedelai ini di tiap wilayah kab /kota di Indonesia, agar kiranya pemerintah baik pusat maupun daerah akan serius menanggapi permasalahan ini. 

"Kehadiran pemprov sangat urgent untuk memastikan ketersediaan kedelai di tingkat perajin agar perajin dapat tetap berproduksi. Jangan sampai pengrajin tempe gulung tikar," kata Maretta menutup pembicaraan.  (Adv)
Ustd Anwar Lamto, Mujizat dan Makna Isro Mi'roj dan Virus Aqidah

Diposkan oleh On 3/11/2021 10:12:00 PM with No comments

Serang, bantencom - DKM Nurul Huda Taman Ciruas Permai Blok Gardenia memperingati Isro Mi'roj Nabi Muhammad SAW Kamis malam Jumat, 11 Maret 2021. Peringatan Isro Mi'roj mengundang penceramah Anwar Lamto dari Kasemen Kota Serang Banten.

Sambutan ketua DMI Ranting Pelawad yang juga selaku tokoh masyarakat warga blok Gardenia Taman Ciruas Permai. Pelaksanaan peringatan Isro Mi'roj tetap dilaksanakan Walau dalam situasi covid 19, oleh karena itu pelaksanaan acara ini dilaksanakan dengan menlaksanakan protokol kesehatan yang cukup ketat.

"peringatan Isro Mi'roj tetap dilaksanakan Walau dalam situasi covid 19, oleh karena itu pelaksanaan acara ini dilaksanakan dengan menlaksanakan protokol kesehatan yang cukup ketat. Untuk itu mohon kepada seluruh jamaah untuk disiplin dan mengikuti protokol kesehatan tersebut" katanya

Selain itu, Abul Hatim mengharapkan efek peringatan Isro Mi'roj ini jamaah ta'lim khususnya malam jum'at bisa ramai. Jadikan silaturahmi didalam masjid untuk mempererat ukhuawah islamiayah khususnya sesama warga blok gardenia. 

"Saya juga berharap jamaah yang hadir hari ini juga bisa hadir dalam ta'lim mingguan yang secara rutin dilaksanakan setiap malam jum'at. Selain memperoleh keilmuan, silaturahmi di dalam masjid juga dijadikan ajang silaturahmi untuk memper erat ukhuawah islamiyah khususnya warga Blok Gardenia" katanya menutup sambutan.

Ustadz Anwar Lamto menerangkan makna isro dan mi'roj.
Peristiwa isro miroj ini belum bisa dipelajari oleh akal manusia, hanya bisa dijawab oleh Iman. Isro miraj adalah mujizat yang Allah berikan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Pelajaran yang bisa diambil dari Isro Miroj antara lain. 
1. Memakmurkan masjid, dengan cara melaksanakan sholat berjamaah setiap waktu. 
2. Peningkatan kualitas keimanan, jaga keimanan dari virus - virus aqidah seperti syirik, atiyaroh atau percaya kepada suara-suara yang ada yang dapat melalaikan ibadah.
3. Kualitas sholat, tingkatkan ruh sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Jadikan IsronMi'roj sebagai momentum dalam peningkatan keimanan kepada Allah SWT, dapat mengaplikasikan ruh sholat dalam kehidupan bermasyarakat. (Ridwan)
Gelar Reses, Wakil Ketua DPRD Banten Tampung Aspirasi Dari Para Kepala Desa

Diposkan oleh On 3/02/2021 07:05:00 AM with No comments



SERANG Bantencom
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Banten, Fahmi Hakim S.E melakukan kegiatan reses dengan berkumoul bersama kepala Desa Se Kabupaten Serang. Kegiatan masa reses ke II ini bertempat di Jalan Sayabulu, Dalung, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang. Senin (01/03/2021)

Kegiatan reses merupakan salah satu kewajiban anggota DPRD Provinsi Banten dalam menyerap dan menghimpun aspirasi dari masyarakat, hasil penyampaian aspirasi ini sebagai bahan dasar untuk menyusun pokok pikiran dewan yang akan disampaikan pada rapat paripurna penyampaian hasil reses nanti.
 Selain dihadiri oleh beberapa kepala desa se-Kabupaten Serang sebagai audiens, turut hadir pula Kepala Bagian Humas dan Protokol, H.Toton Suriawinata, M.Si didampingi oleh Kepala Sub Bagian Protokol dan Kepala Sub Bagian Aspirasi DPRD Provinsi Banten dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan reses.

Dalam kesempatan reses kali ini, para kepala desa yang hadir mengemukakan aspirasi maupun pengaduan terkait dengan permasalahan yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Adapun beberapa aspirasi yang ditampung berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, revitalisasi waduk, penanganan banjir dan hal lainnya.

Seperti yang diungkapkan kepala Desa Mancak yang menekankan dalam percepatan pemulihan ekonomi dan pembangunan, seharusnya tidak hanya fokus dalam pembangunan infrastruktur, ada hal lain yang perlu menjadi perhatian yaitu bidang pendidikan dan pengembangan SDM.

“Kami memiliki beberapa permasalahan, yang pertama dalam bidang pendidikan belum adanya SMK Negeri karena ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi. Lalu selain pembangunan pada infrastruktur, semoga kedepannya Pemerintah Provinsi bisa memberikan pelatihan untuk pengembangan SDM. Hal ini karena dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, masyarakat tanpa keahlian semakin sulit dalam mencari penghasilan” Ujarnya.

Setelah mendengarkan beberapa aspirasi serta pengaduan tentang keadaan wilayah masing-masing, Fahmi mengatakan akan membantu percepatan pembangunan di desa-desa, karena desa menjadi salah satu faktor pendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Serang. 
“Maju atau mundurnya Pemerintah Provinsi ada ditangan Kabupaten & Kota, dan maju mundurnya suatu Kabupaten & Kota dipengaruhi oleh desa-desa yang ada diwilayah tersebut” Tambahnya.

Fahmi juga mengatakan kepada para kepala desa untuk mengajukan dan menyampaikan proposal terkait permasalahan yang ada di wilayah masing-masing kepada dirinya melalui perwakilan tenaga ahli untuk kemudian akan di klasifikasikan sesuai dengan prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu. 

“Dengan anggaran yang ada tentu ada prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu, oleh karena itu sampaikan proposal kepada perwakilan tenaga ahli saya agar dapat di klasifikasikan, akan dilihat mana yang bisa di dorong melalui Pemerintah Provinsi atau mana yang bisa menggunakan APBD Kabupaten Serang” lebih lanjut.

Di akhir kesempatan Fahmi menjelaskan tentang tindak lanjut dari hasil reses yang telah dilaksanakan, pihaknya akan menjadikan aspirasi yang telah dihimpun ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD, untuk selanjutnya melakukan konsolidasi kepada OPD-OPD terkait dalam pembangunan di Kabupaten Serang. (Edi)
Bukit Teletubies, Wisata Hiking Di Suralaya Kian Banyak Dikunjung Warga

Diposkan oleh On 2/23/2021 02:35:00 PM with No comments

Serang, bantencom - Buat mereka yang berada di Kota Cilegon Bukit Kembang Kuning alias Bukit Teletubies, yang berada di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten bukanlah nama asing. Kini, Bukit Teletubies menjadi salah satu tujuan berwisata sambil berolahraga adalah mendaki atau hiking . Warga beberapa kabupaten di Banten kini kian banyak bertandang ke bukit ini untuk memandang keindahan alam dan  udara yang sejuk di wilayah Suralaya ini.

Supriadi, warga Kota Serang, mengaku sengaja menuju Bukit Teletubies setelah melihat informasi dari sejumlah teman dan media online tentang keberadaan wisata alam menarik untuk dikunjungi. Dia mengaku, berwisata juga dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh di masa pandemi.  

"Saya sengaja datang kemari, untuk menyaksikan langsung wisata alam yang selama ini hanya mendengar lewat cerita dan  melihat di dunia internet. Setelah melihat langsung, ternyata alamnya masih asri dan udara yang segar," katanya saat ditemui di Bukit Teletubies, Selasa (23/2). 

Supriadi menguraikan, Bukit Teletubbies ini memiliki keunikan tersendiri. Dia mengaku senang melihat keindahan pemandangannya dan udara yang segar.  Keindahan tersendiri, menurutnya bisa dilihat ketika berada di puncak bukitnya. "Kalau keseharian kita disibukan dengan kepadatan aktivitas pekerjaan,  maka ketika berekreasi di puncak gunung teletubis, semua kepenatan bisa menjadi terhibur,"jelasnya.

Beberapa pengunjung lainnya, mengaku sengaja ingin hiking. Dari lereng bukit menuju pucak, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan ditempuh berjalan kaki. Mereka mengaku perjalanan yang cukup lelah itu tertebus jika  sampai di puncak dan menatap perairan selat sunda, dan pesisir laut yang indah dan menawan dari atas bukit. 

Bagi warga lokal, keberadaan wisata alam di wilayah Suralaya ini,  juga menjadi ladang rezeki. Salimin,  warga yang menyediakan tempat parkir kendaraan di lereng bukit ini mengaku mendapat rezeki dari banyaknya warga berwisata di akhir pekan. Meski selama pandemi corona ini pengunjungnya terbatas, tetapi ada saja wisatawan yang bertandang. "Alhamdulillah rejeki mah ada aja," jelasnya singkat.

Akan Dikembangkan
Salimin sendiri adalah warga sekitar Bukit Teletubies yang memiliki lahan pribadi, kemudian disewakan kapada para pengunjung yang datang. "Kalau lereng bukit ini milik pribadi, tapi kalau Bukit Teletubies-nya milik pemerintah," pungkasnya.  

Bagi wisatawan, Bukit Teletubies adalah objek wisata yang murah meriah. Untuk menikmati wisata alam berjarak 23 kilometer dari pusat Kota Cilegon ini, tidak harus merogoh kocek banyak. Pengunjung hanya diminta jasa parkir Rp 5000 rupiah untuk kendaraan bermotor, dan Rp 10.000 kendaraan mobil.   

Menurut warga sekitar, nama asli bukit ini adalah Bukit Kembang Kuning. Penamaan ini disesuaikan dengan nama perkampungan tepat di sebelah bukit itu. Belakangan, karena bentuk yang runcing dan kemiringan hampir 45%, mirip dengan bukit di film anak-anak Teletubbies, warga menjulukinya dengan nama serupa.

Terhadap pengembangan wisata di bukit ini, Pemerintah Kota Cilegon menyatakan tengah mencanangkannya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon, Mahmudin mengatakan, bahwa buki ini memang menjadi salah satu potensi wisata alam di Kota Cilegon yang akan dikembangkan bersama  Bukit Cipala, Bukit Ciporong, dan Batu Lawang.

 "Masih banyak lagi kalau mau melihat wisata alam di Kota Cilegon. Ada potensi pegunungan yakni, Bukit Teletubies, Bukit Cipala, Bukit Ciporong, Bukit Batu Lawang, Bukit Kedurung. Itu semua potensi wisata yang perlu dikembangkan," kata Mahmudin kepada wartawan, Senin (22/2).

Dia juga mengaku sebagai salah satu warga yang kerap berkunjung ke Bukit Tetubies. "Ketika di puncak bukit, pemandangan dan udaranya  tidak kalah dengan kondisi di Puncak Bogor. Penataannya ke depan, untuk tahun ini akan menjadi prioritas. Jadi wisata alam yang ada di Kota Cilegon, tidak kalah dengan wisata alam di wilayah lain," tambahnya. ****
Diklat Paralegal Psbakumadin Dilakukan Secara Virtual

Diposkan oleh On 1/06/2021 11:55:00 AM with No comments

Serang, bantencom --- Diklat paralegal Posbakumadin dari Peradin bekerjasama dengan Badan Pembina Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI, diadakan secara video conference se Indonesia, Rabu (06/01/2020).

Pelaksana acara,  dari Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) dan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Pemateri disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI (Prof. Dr. Beny Riyanto S.H, M.Hum, CN) , Kasubdit Luhkum Kementerian Hukum dan HAM RI (Masan Nurpian S.H, M.H), dan Ketua Umum Peradin (Advokat Ropaun Rambe).

Kepada awak media, selaku Ketua Pelaksana Acara wilayah Kota Serang Provinsi Banten Advokat Suwadi S.H, M.H , menyampaikan bahwa pelaksanaan Diklat Paralegal ini akan dilaksanakan selama 3 hari, dari tanggal 6-8 Januari 2021.

"Tujuan dari acara Diklat Paralegal ini, yakni memberikan pengetahuan dan  keterampilan kepada masyarakat tentang keadilan sosial, akses keadilan, acara pemenuhan hukum, dan cara pemenuhan hak  bantuan hukum," jelas Suwadi.

Ditempat terpisah, Sekjend DPP Peradin Advokat Basuki, S.H, M.M, menuturkan, alhamdulilah hari ini Rabu tanggal 06 Januari 2021, kami DPP Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) dan Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Peradin  bekerjasama dengan  Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) melakukan Diklat Paralegal yang di hadiri oleh 100 Cabang Posbakumadin di seluruh  Indonesia dengan jumlah Paralegal 5070 orang yang siap melayani para pencari keadilan.

"Saya secara pribadi sangat bangga atas atusiasnya para peserta, hal ini pertanda baik untuk dunia hukum kita kedepan, terkhusus bagi warga yang termarjinal akan mendapat pelayanan hukum yang lebih baik," ucap Basuki.
GEGER SANKSI DENDA GARA-GARA TIDAK PAKAI MASKER / TIDAK MENERAPKAN SOCIAL DISTANCING

Diposkan oleh On 12/17/2020 11:42:00 AM with No comments

Serang, bantencom - Terkait sanksi pidana atau denda, paling tidak ada 2 (dua) peraturan perundang-undangan yang dapat dijadikan acuan tentang jenis sanksi yang dapat dimuat dalam Perda, yaitu UU 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UUPPP) dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UUPD) sebagaimana yang dikutipkan di bawah ini : 

1. Pasal 15 ayat (3) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UUPPP) menyebutkan: "Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten / Kota dapat memuat ancaman pidana kurungan atau pidana denda selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sesuai dengan yg diatur dalam Peraturan Perundang-undangan lainnya".

2. Pasai 143 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UUPD) menyebutkan: (1) Perda dapat memuat ketentuan tentang pembebanan biaya paksaan penegakan hukum, seluruhnya atau sebagian kepada pelanggar sesuai dengan peraturan perundangan.

Di samping itu, juga dijelaskan dalam PP 28 Tahun 2008, Pasal 2 ayat (1) Sanksi administrasi berupa denda dikenakan hanya terhadap pelanggaran yang diatur dalam Undang-Undang.

Nah, berdasarkan ketentuan tsb diatas Peraturan Walikota /Peraturan Bupati/ Peraturan Gubernur tidak dapat mengatur sanksi pidana atau denda kecuali Peraturan a quo dijadikan Peraturan Daerah (PERDA). Hal ini sesuai dgn Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan UU;

Apabila Pemerintah tetap memberikan sanksi denda kepada masyarakat hanya karena tdk memakai masker atau tidak menerapkan social distancing, maka si pembuat aturan bertindak diluar batas wewenangnya abuse of power atau kelewatan jereh wong Ciruas ne mah... uwis ekonomi lagi sulit, gelati picis gati, akeh PHK alias Pengangguran gara-gara wabah corona, ditambah yg tdk pakai masker kena sanksi denda. 

Siapa lagi yg peduli dengan tubuh kita, keluarga dan anak-anak kita kalau bukan kita sendiri. 

#PAKAIMASKER
#MASKERYESDENDANO
Surat Terbuka Forum Silaturahim Ummat Islam Ciruas Terkait Kasus IBHRS

Diposkan oleh On 12/15/2020 10:13:00 PM with 1 comment



Serang, bantencom - Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Silaturahim Ummat Islam Ciruas, Serang Banten membuat surat terbuka dan menyatakan sikap dan aspirasi terkait kasus yang menimpa Imam Besar Umat Islam Habib Rizik Sihab (IBHRS) dan tervunuhnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu.


Pernyataan aspirasi dilakukan di salahsatu kafe di Taman Ciruas Permai Selasa, 15 Desember 2020. Ada tiga tuntutan yang dibuat oleh Forum Silaturahim Umat Islam Ciruas

1. Meminta kepada kepolisian republik indonesia unttuk menangguhkan penahanan  Imam Besar Habib Rizik Sihab dikarenakan beliau kooperatif, Disiplin, dan cinta NKRI serta seorang ulama yang tidak mungkin melarikan diri.

2. Meminta kepada kepolisian negara Republik Indonesia (petugas hukum terkait) untuk mengusit tuntas penembakan 6 orang laskar FPI serta membukanya kepada publik secara terang benerang demi menjamin rasa keadilan seluruh rakyat Indonesia.

3. Meminta kepada kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menegakan hukum yang seadil-adilnya trrhadap siapapun tanpa memandang pribadi, golongan/partai, status maupun jabatan seseorang dengan mengedepankan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kordinator acara, Guntur mengatakan acara ini terlaksana karena adanya rasa empati yang sama selaku umat islam, dan tanpa ada paksaan. Guntur juga mengatakan bahwa rasa empati nya terhadap 6 korban anggota FPI.

" Acara ini terselenggara atas perasaan yang sama selaku umat islam terhadap kasus yang menimpa IBHRS" kata nya

Lebih lanjut Guntur mengatakan bahwa kasus terbunuhnya 6 anggota FPI beberapa waktu lalu agar diusut secara tuntas dan secara terbuka.

"Kami juga meminta kepada pihak kepolisian agar kasus terbunuhnya 6 anggota FPI diusut secara tuntas dan terbuka" Katanya menutup pembicaraan

Sementara itu, Ade Halwani dalam sambutannya mengatakan bahwakasus yang menimpa Imam Besar Habib menyakiti sebagian besar umat islam.

"Acara ini terselenggara atas rasa cinta kami terhadap Ulama khususnya Imam Besar Habib Rizik Sihab, yang saat ini sedang ditahan di Mapolda Metro Jaya kasus ini menyakiti sebagian Ummat Islam khususnya Ummat Islam Ciruas" katanya

Hadir dalam pertemuan yerswbut Kapolsek Ciruas Kompol Sukirno dalam sambutannya mengatakan dan berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke Polda Banten.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa proses hukum HRS, hingga kini sedang memasuki tahap praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukumnya. Sementara kasus tewasnya 6 orang anggota FPI sedang ditangani juga oleh Komnas HAM RI

"Negara kita adalah negara hukum dan kita swpakat dengan itu, proses hukum HRS, hingga kini sedang memasuki tahap praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukumnya. Sementara kasus tewasnya 6 orang anggota FPI sedang ditangani juga oleh Komnas HAM RI" kata nya.

Acara pernyataan sikap dan penyerahan surat terbuka ini berlangsung kondusif dan para peserta yang hadir berangsur meninggalkan tempat secara tertib dan teratur. (Ridwan)