bantencom :

Pasar Forex dan nilai Tukar uang

pasar forex:

Anggaran Terbatas Jadi Alasan Jalan Rusak

Serang, bantencom - Kondisi ruas jalan Nambo-Teras Bendung, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang sepanjang enam kilo meter mengalami rusak berat.

Kerusakan selain didominasi jalan berlubang, juga dibeberapa titik mengalami kondisinya amblas. Bahkan ada juga dibeberapa titik terpasang berupa bambu tanda peringatan bahwa jalan amblas.

Kondisi tersebut, tentunya sangat tidak nyaman bagi pengguna jalan dimana harus ekstra hati-hati jika melintas jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Ciruas dan Lebak Wangi. Disamping itu juga, banyaknya debu berterbangan sepanjang jalan tersebut.

Markani salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang sayuran di Pasar Ciruas ini mengaku heran, padahal jalan tersebut merupakan wilayah kediaman orangtua Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman. Tapi, tidak masuk dalam skala prioritas perbaikan maupun pembangunan dimana jalan adalah akses vital masyarakat.

“Bagaimana perekonomian masyarakat bisa meningkat kalau kondisi jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki. Yang ada memakan korban. Masyarakat pastinya yang jadi korban akibat jalan rusak,” Markani.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah membenarkan kerusakan pada ruas jalan Nambo- Teras Bendung tersebut. Namun pihaknya berjanji, akan berupaya untuk segera melakukan perbaikan maupun pembangunannya.

“Iya benar rusak. Ibu (biasa menyebut dirinya), tadi juga lewat jalan itu. Yang pasti untuk infrastruktur itu sudah terprogramkan, namun karena terkendala keterbatasannya anggaran,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Kecamatan Lebak Wangi.

Tatu menambahkan, setiap kunjungan dirinya di kecamatan-kecamatan selalu didampingi petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Tujuannya, agar bisa dilihat langsung mana saja jalan yang menjadi skala prioritas dilakukan perbaikan maupun pembangunannya.

“Nanti juga dibangun, sengaja ibu juga didampingi petugas DPU setiap kunjungan. Infrastruktur itu  memang penting, pasti diupayakan,” tuturnya kepada wartawan.

Puluhan Sajam Disita Petugas Kepolisian Saat Pelantikan Ketua DPRD Banten

Serang, bantencom - Kepolisian Polres Serang berhasil menyita puluhan senjata tajam berupa golok berbagai jenis dari beberapa orang anggota TTKDH pada pelantikan ketua DPRD Banten. Senin,21 Oktober 2014.

Bukan hanya senjata tajam saja yang diamankan, petugas kepolisian juga membawa orang-orang yang kedapatan membawa senjata tajam tersebut kekantor polisi untuk dimintai keterangan. Senjata tajam tersebut kini berada di polres serang dan tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya. hal ini dilakukan karena undang-undang melarang seseorang membawa senjata tajam ditempat umum.al ini dismpaikan oleh Kepala Satuan Reskrim Polres Serang saat memberikan pengertian kepada puluhan anggota TTKDH di mapores Serang.

"kita terpaksa menyita senjata tajam ini, karena hal ini dilarang oleh negara. Segala macam jenis senjata baik senjata api maupun senjata tajam tidak boleh dibawa di tempat umum" kata Kasat reskrim

Lebih lanjut Kasat Reskrim menjelaskan apapun alasan nya senjata tajam tidak diperboehkan dibawa, walaupun sebagai alat kelengkapan semata.

"walaupun kita tahu bahwa Sajam (senjata tajam) ini hanya sebagai alat kelengkapaan saja, namun tetap dilarang. Bahkan anggota kepolisian pun tidak ada yang membawa senjata api" katanya lebih lanjut.

Kasus Penghinaan Oleh Bupati Serang Mandek di Polres Serang

Serang, bantencom -  Holid bin Mikdar, warga asal Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Selasa siang (21/10/2014), mendatangi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang, untuk mempertanyakan laporan yang sudah dilayangkannya kepada Polres Serang sejak tiga tahun lalu, terkait kasus penghinaan yang dilakukan oleh Bupati Serang, Ahmad Taufik Nuriman, kepadanya.

“Sudah tiga tahun lamanya laporan saya mengendap di Polres Serang, namun hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai kelanjutan laporan yang saya layangkan,” ujar Holid, saat ditemui di halaman Mapolres Serang.

Dijelaskan Holid, dirinya telah melaporkan kasus tersebut pada 2 November 2011 lalu ke Polres Serang. Namun menurutnya, tidak ada itikad serius dari Polres Serang dalam menindak lanjuti laporan yang sudah dilayangkannya.

“Saya sangat merindukan adanya penegakan hukum di Banten ini, tanpa melihat siapapun pelapor dan siapa yang dilaporkannya. Saya akan tetap berjuang untuk tegaknya supremasi hukum di Banten,” tambah Holid.

Sementara itu, Dadi Hartadi, yang mendampingi Holid, mengaku menyayangkan kinerja dari Polres Serang. menurutnya, penyidik Polres Serang telah mengabaikan perintah Kapolri nomor 12 tahun 2009, tentang pengawasan dan pengendalian penyidikan tindak pidana di lingkungan kepolisian.

“Dengan tidak adanya kejelasan laporan yang dilayangkan klien kami, membuktikan bahwa penyidik di Polres Serang telah mengabaikan perintah Kapolri tentang penyidikan tindak pidana di lingkungan kepolisian,” ujar Dadi.

Dadi pun mengaku akan melaporkan kinerja Satreskrim Polres Serang ke Irwasum Polda Banten dan Irwasum Mabes Polri. Tidak hanya itu saja, Dadi pun akan melaporkan lambannya penyelesaian kasus penghinaan ini ke lembaga aduan Ombusdman Banten.

Seperti diketahui, Holid melaporkan penghinaan yang dilakukan oleh Bupati Serang, Ahmad Taudik Nuriman, pada 2 November 2011 lalu, karena tidak terima telah dituduh menerima uang dari penambangan pasir di teluk Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, oleh Ahmad Taufik Nuriman.

Sementara itu kasat reskrim Polres Serang berjanji akan melihat terlebih dulu kasus tersebut mengingat kasus tersebut sudah lama. Dia juga berjanji akan meminta penjelasan penyidik yang menangani kasus tersebut.

"kita akan lihat terlebih dahulu kasus ini, dan saya akan tanyakan kepetugas penyidik yang menangani kasus tersebut" katanya kepada bantencom

terkait akan dilaporkannya kinerja reskrim polres serang ke Irwasdum polda Banten dan ombudsman oleh pelapor (Holid dan Dadi -red) kasat reskrim mempersilahkan, karena menurutnya hal tersebut merupakan hak mereka.  
 

Mau Berlangganan Berita dari bantencom

Masukan Email kamu disni:

Berita up to date di kirim Ke email kamu

Copyright © 2013. bantencom - All Rights Reserved
Template Created | Redaksi | banten | kesultanan banten