bantencom :
pasar forex:

Antisipasi DBD, Sejumlah Desa Lakukan Pengasapan Foging

Serang Bantencom.  Maraknya demam berdarah (DBD) disaat musim penghujan sangatlah mengkhawatirkan bagi warga yang tinggal didaerah yang termasuk kumuh dan padat penduduk, terlebih banyaknya sampah dan genagan air yang kotor, disitulah jentik-jentik nyamuk bersarang.  Nyamuk aides aigepti menyebabkan penyakit yang menyerang pada manusia saat kekebalan tubuh menurun, belakangan maraknya penyakit demam berdarah dibeberapa daerah dinegara kita sangatlah mengkhawatirkan.  Upaya warga membersihkan saluran air dan menimbun sampah yang biasa tempat bersarangnya nyamuk, nampaknya kurang disadari warga, hal ini terbukti dibeberapa daerah masih banyak warga yang terserang demam berdarah.

Program pemerintah atasi demam berdarah dengan cara pengasapan (fogig) dinilai belum maksimal, sehingga untuk mengatasinya warga harus berupaya mengadakan keja bakti secara rutin, seperti membersihkan saluran air (got), menimbun atau membakar sampah non  organik, dan menguras bak iar secara rutin atau sering disebut 3m.  namun ini tidaklah mudah, hal ini disebabkan karena tingginya pasokan sampah dari rumah-rumah warga dibanding  pembuangannya, terlebih disaat musim penghujan, tumpukan sampah yang belum sempat dianggkut oleh dinas kebersihan setempat sangatlah menyebabkan tingginya penyebaran nyamuk aides aigepti.  

Maka dari itu warga RT 06/07 perumahan Cikande Permai, Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande Serang, Banten, berinisistif untuk mengadakan pengasapan(foging) secara swadaya. Dengan rutin seminggu sekali menagadakan kerja bakti bersihkan saluran air dan membuang tumpukan sanpah, lalu diadakan foging dengan tujuan agar warganya terbebas dari ancaman demam berdarah.  Pengasapan (foging) tidaklah serta merta gratis, warga dipungut iuran untuk mengadakan alat dan membeli obat foging.  Sudiono, ketua RT 06/07 mengatakan, dirinya selalu menghimbau kepada warganya agar selalu menjaga kebersihan, Sudiono pun membenarkan bahwa diadakan iuran kepada warganya untuk mengadakan foging secara rutin mengingat pentingnya pencegahan demam berdarah.

"Saya selalu menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan linkungan, terlebih disaat penghujan seperti sekarang ini,kita harus waspadai wabah demam berdarah.  Maka dari itu saya upayakan untuk mengadakan foging, warga dikenakan iuran untuk mengadakan alat dan obat foging, Sudiono pun berharap kepada dinas terkait agar dapat meninjau daerahnya,karena sampai saat ini masih minimnya akan kebutuhan kesehatan" Ujarnya kepada Bantencom.  

Wargapun merasa senang denga diadakan foging, walau harus iuran namun dengan sukarela warga selalu mentaatinya.  Hal ini diungkapkan warga setempat, Dewi yang akrab disebut mamah Aqila "Saya merasa senang dengan diadakan foging walau harus iuran, karena kita memang harus merasa nyaman ditempat tinggal sendiri, terutama khawatir dengan wabah demam berdarah" Tambahnya kepada Bantencom. (Dewa)

Gudang Miras dan Tempat Hiburan Ilegal Dibakar Warga

Serang, bantencom - Ratusan warga Desa Kaserangan, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten mengamuk di sejumlah tempat yang dijadikan tempat penyimpanan miras dan tempat hiburan pada malam minggu 07 Februari 2016.

Bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan ribuan botol miras didobrak pintunya oleh warga dan menghancurkan ribuan botol miras yang berada di dalam gudang.
 
Tidak hanya menghancurkan ribuan botol minuman keras, warga juga membakar bangunan yang dijadikan tempat hiburan malam ilegal. Pemilik usaha dan sejumlah pengunjung langsung meninggalkan lokasi karena takut jadi sasaran amuk massa. 

Bahkan dua unit mobil damkar yang datang sempat dihalang-halangi warga. Selain itu, Tiga unit mobil yang berada di depan gudang tempat penyimpanan miras pun ikut menjadi sasaran warga, banyaknya warga yang melakukan aksi tersebut membuat sejumlah petugas kepolisian kewalahan.

Menurut sejumlah warga, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan adanya gudang minuman keras, dan tempat hiburan malam di daerahnya. Seperti yang diutarakan oleh daus salah satu warga yang mengaku sudah memperingati pemilik kafe.

"tadinya ada cafe udah satu tahun dikasih peringatan ga mau, pindah kesana baru dua bulan, lokasi tempat hiburan malam, ada empat titik" kata Daus

Sementara pihak kepolisian Polres Serang mengaku sudah beberapa kali meminta agar usaha tempay hiburan malam tersebut di tutup, namun pemilik usaha tetap membandel. Kapolres Serang AKBP Nunung Saifudin yang datang kelokasi untuk melihat secara langsung.

"kita dari petugas sudah mengambil langkah-langkah sudah mengingatkan dan sudah ada kesepakatan bahwa  kegiatan mereka akan ditutup sudah melakui tahanpan yang panjang, warga kesal karena kesepatan itu tidak dilaksanakan oleh pemilik jadi mereka juga kucing-kucingan dengan kita" katanya

Akibat aksi warga tersebut, arus kendaraan dari arah Serang menuju Jakarta dan sebalikbya mengalami kemacetan. Sejumlah aparat kepolisian juga langsung didiagakan dilokasi kejadian untuk menghindari aksi massa, petugas langdung mengisolir tempat kejadian tersebut dengan memasang garis polisi. (Rid)

Manager Diskotik Surabaya Ismi Terbukti Konsumsi Narkoba

Cilegon, bantencom - Untuk meminimalasir peredaran narkoba, satuan reserse narkoba polres Cilegon, Banten menggelar operasi besar-besaran kesejumlah diskotik dan melakukan tes urin terhadap pengunjung dan wanita malam. 12 oeang pengunjung dan wanita malam diamankan petugas kerena positif konsumdi sabu-sabu dan pil ekstasi.

Satresnarkoba Polres Cilegon bekerja sama dengan kesbanglinmas beserta Polisi Militer melakukan operadi berantas narkoba ke sejumlah tempat hiburan yang ada di Kota Cilegon. Salsh satu diskotik yang di geledah adalah tempat hiburan malam Surabaya Ismi. Dalam operasi tersebut, petugas menggeledah setiap pengunjung tempat tersebut untuk di tes urin untuk memastikan menggunakan narkoba atau tidak.  

Hasil pemeriksaan, diketahui salah seorang manager diskotik Surabaya Ismi dinyatakan positif konsumsi narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi. Pria yang diketahui bernama Yayan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Cilegon untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sementara Kasat Nqrkoba Polres Cilegon AKP Gogo Galedung mengatakan, razia gabungan ini dilakukan bertujuan untuk menekan angka peredaran narkoba di wilayah Cilegon, khususnya di tempat-tempat hiburan malam yang dinyatakan rawan peredaran dan tempat transaksi narkoba

"Operasi gabungan ini dilakukan ditempat-tempat hiburan yang bertujuan untuk menekan petedaran narkoba di wilayah Cilegon, Discotik merupskan tempat yang rawan bagi peredaran dan tempat transaksi barang haram" katanya

Banten Raih Sertifikat DCI

Serang, bantencom - Senior Director of Business Development, Drum Corp Internacional (DCI) John Denovi bertandang ke Kota Serang, untuk menyerahkan secara langsung sertifikat khusus kepada Marching Band Gita Surosowan (MBGS) Banten, karena menjadi satu-satu nya club marching band asal Asia Tenggara yang telah berhasil menembus pertandingan tertinggi drumb corp internasional di Amerika Serikat di tahun 2015 kemarin.

"Saya datang ke Indonesia ini, memang sudah lama saya sampaikan kepada Manager Team Gita Surosowan Banten, dia kawan saya, bapak Haridoyo, saya ingin memperkenalkan dan memajukan drum corp kesemua marching band di Indonesia," kata Senior Director of Business Development, Drum Corp Internacional (DCI), John Denovi, yang ditemui di Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, Rano Karno, Sabtu (06/02/2016).

Tak hanya memberikan sertifikasi saja, dirinya pun akan menandatangai Memorendum of Understanding (MoU) dengan MBGS dan Pemprov Banten, bahwa hanya MBGS Banten saja lah yang bisa mengeluarkan sertifikasi internasional club drum corp mana saja yang berhak untuk bertanding di tingkat internasional.
Tak cukup sampai disitu, pria bule yang hanya bisa berbahasa inggris ini pun mengaku akan memberikan coaching clinic kepada perwakilan drump corp seluruh Indonesia di kandang MBGS Banten.

"Drumb corp di Indonesia harus bisa bersaing di dunia. Saya yakin, Gita Surosowan bisa melakukan itu," tegasnya.

Kedatangan John pun diyakini oleh Pemprov Banten bisa mendatangkan keuntungan bagi 'Tanah Jawara' di mata nasional dan internasional. Sehingga, image sebagai daerah korupsi bisa hilang dengan sendirinya.
"DCI tidak mudah bisa kerjasama. Mereka melihat keseriusan kita (Banten) mengembangkan drum corp. Kesempatan DCI menunjuk Indonesia, DCI Indonesia memberikan rekomendasi kelompok (marching band) ini bisa tampil di internasional," kata Gubernur Banten, Rano Karno, ditempat yang sama, Sabtu (06/02/2016).

Perlu diketahui bahwa DCI adalah 'FIFA' nya di dunia Marching Band. Dimana, MBGS Banten di tahun 2015 pernah bertarung di 'Piala Dunia' nya marching band dan berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam kategori Class International.

Ricky Tampinongkol Huni Kamar 13 Bersama Sembilan Napi Koruptor

Serang, bantencom - Tersangka suap Bank Banten, Ricky Tampinongkol, tidur bersama nara pidana (napi) koruptor lainnya di Rutan Klas IIB Serang berlasakan tikar.

"Tidak ada yang di spesialkan. Sekamar ada sembilan warga binaan korupsi. Tidur hanya beralaskan tikar, hanya ada kipas angin saja," kata Kepala Rutan Klas II B Serang, Prihartati, Selasa (02/02/2016).

Prihartati pun bercerita bahwa Ricky Tampinongkol di antar ke Rutan Klas II Serang pada Kamis 28 Januari 2016 oleh tiga orang petugas KPK.

Dirinya pun memastikan bahwa pria asal Manado tersebut dalam kondisi sehat dan sudah bisa bersosialisasi dengan napi lainnya.

"Kita sudah menerima Ricky dari KPK, Kamis kemarin. Dia (Ricky) menghuni kamar nomor 13 bersama narapidana kasus korupsi lainnya," tegasnya.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya Ricky Tampinongkol mendekam di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta, karena di sangkakan melakukan suap terhadap dua anggota DPRD Banten, yakni Sri Mulya (SM) Hartono dan Tri Satrya Santosa guna memperlancar izin pendirian Bank Banten.

Ricky Tampinongkol dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

BNP Banten Rehabilitasi 645 Pecandu Narkoba

Serang, bantencom - Sepanjang tahun 2015 hingga awal tahun 2016 ini, tercatat sebanyak 645 masyarakat Banten menjalani rehabilitasi narkoba di Badan Narkotika Provinsi (BNP) Banten.

"Mereka ada yang rawat jalan dan rawat inap, dan tidak dipungut biaya gratis semuanya," kata kepala BNP Banten, Kombespol Heru Febrianto, Selasa (02/02/2016).

Dari ratusan warga Banten yang menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba tersebut, 40 persennya merupakan masyarakat yang melaporkan diri dan 60 persennya adalah pengguna yang ditangkap oleh BNP Banten maupun kepolisian.

"Kalau dari masyarakat yang melaporkan diri, kita rawat jalan, karena mereka sakit, mereka juga tidak akan menjalani proses hukum. Berbeda dengan pengedar, harus di tembak mati kalau pengedar," terangnya.

Sedangkan bagi masyarakat yang mengalami kecanduan berat narkoba harus menjalani pengobatan intensif dan mendapatkan proses rawat inap. Sehingga diharapkan dapat segera lepas dari ketergantungan atas narkoba.

"saat ini sebagian besar menjalani rawat jalan dan sisanya menjalani rawat inap. Untuk pelaku penyalahgunaan narkoba tetap menjalani proses hukum," tegasnya.

Warga Cikande Mengaku Ditipu Oleh Oknum Guru SD

Serang, bantencom – Seorang oknum guru di SD Negeri Pandeglang, Ii, (43), dituduh menipu salah seorang pengusaha asal Serang. Abdulwahab, warga Kampung Malang, Kelurahan Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, dalam aksinya, oknum guru tersebut mendatangi rumah korban untuk meminjam uang dengan jaminan mobilnya. Dengan alasan untuk mengganti uang tabungan sekolah yang terpakai oleh nya, Ii berhasil memperoleh uang sebesar empat puluh juta rupiah dari Abdul Wahab.
Mobil yang dijadikan jaminan oleh oknum guru tersebut ia ambilkembali dengan alasan ada yang mau membeli, sehingga diambil kembali beserta surat-suratnya, dan diganti dengan mobil lain yang diakui sebagai mobilnya yang lain, ternyata mobil tersebut adalah mobil rentalan.
“Pinjaman yang diberikan itu senilai Rp40 juta, alasan dia itu katanya untuk membayar tabungan anak didiknya di SD yang terpakai. Pikir saya dia itu kan seorang guru dan saya percaya. Jarak satu bulan dia datang ke rumah, dengan alasan mobil miliknya dipakai saya dulu. Mobil katanya sudah ada yang mau beli. Namun akhirnya mobil yang dititipkan ke saya itu di ambil pemilik rental, ternyata mobilnya mobil rental. Dan disitulah saya ditipu,” terangnya,      
Lanjutnya, memang Ia dengan guru itu sudah melakuakan perjanjian untuk melakukan pembayaran dengan memakai tempo. Tetapi tempo yang disepakati selalu di undur-undur. Untuk itu, pihaknya langsung berkordinasi dengan dinas terkait.
“Uang saya ini sudah lima bulan belum juga di bayar dan saya juga sudah menghadap ke dinas terkait. Katanya hari ini akan ada penyelesaian di SD Negeri Cadasari tetapi nyatanya tidak ada,” keluhnya.
Ia mengatakan, dirinya juga disarankan oleh kepolisian untuk berkonsultasi dahulu dengan pihak terkait. Namun setelah dikonsultasikan ke dinas, nyatanya tidak ada jalan keluar dan tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dirinya akan segera melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
“Saya akan segera laporkan ke pihak kepolisian. Saya sudah konsultasi dengan Polsek Cikande,” ucapnya.
 

Mau Berlangganan Berita dari bantencom

Masukan Email kamu disni:

Berita up to date di kirim Ke email kamu