bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Badai Asap Pasti Berlalu

Diposkan oleh On 20:54:00 with No comments

JAKARTA- bantencom-Pantauan titik api berdasar satelit NOAA 18 di wilayah Riau terus menunjukkan menurun. Pada Kamis (27/6) tercatat 19 titik yang tersebar di Pelalawan 6 titik, Bengkalis 2 titik, Inhil 2 titik, Kampar 2 titik, Rohil 2 titik, Siak 2 titik, Dumai 1 titik, K. Meranti 1 titik, dan Rohul 1 titik.

Hasil pemantauan dari udara dengan helikopter di beberapa wilayah di Riau lapangan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif, siang ini menunjukkan bahwa masih banyak titik api yang terlihat dari udara.

Selain itu di lapangan ditemukan fakta bahwa beberapa kasus kebakaran lahan dan hutan dilakukan secara sengaja oleh masyarakat setempat. 16 orang sudah ditetapkan tersangka dari 13 kasus yang ada. Disamping itu dilaporkan bahwa kedatangan tim operasi pemadaman darat juga sebagian juga mendapat penolakan dari sebagian oknum masyarakat.

Untuk mengatasi masih banyaknya titik api yang masih ada Kepala BNPB akan melakukan optimaliasi penanganan pemadaman darat dengan melibatkan personil tambahan dari TNI, Polri bekerjasama dengan BPBD, Instansi terkait lain seperti Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup dan masyarakat setempat.

Selain operasi pemadaman udara dengan hujan buatan dan water bombing tetap terus dioptimalkan dengan koordinasi dengan satgas pemadaman darat. Sementara satgas penegakan hukum yang dikoordinir oleh Polda Riau juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran. Mengacu UU No. 41/1999 dan UU No. 32/2009, bagi masyarakat yang dengan sengaja dan karena kelalaiannya dapat dikenakan denda dari 3 – 5 Miyar dan dapat diancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Dengan pengerahan sumberdaya tersebut serta pengalaman yang panjang dalam pemadaman titik api, maka Kepala BNPB menyatakan optimismenya bahwa kebakaran lahan dan hutan di wilayah Riau dapat diatasi secara cepat dengan dukungan seluruh potensi yang ada.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
galih anjar wati
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »