bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Bisnis Desien Interior. Pemuda kreatif, Kebanjiran Order.

Diposkan oleh On 21:37:00 with No comments

SERANG-bantencom- Peningkatan Perekonomian di Provinsi Banten,terutama di bidang Properti memaksa para pemuda untuk mengambil peluang. Salah satunya Dede alias Yayat Priyatna, warga Taman Ciruas Permai.

Pemuda kelahiran Priangan ini yang tak kenal lelah ini, terpaksa harus terus bercucur keringat menyelesaikan pekerjaan yang tak pernah berhenti. Usahanya membuat lemari dapur atau kebutuhan furnitur, atau bahasa gaulnya Desien Interior membuatnya tak pernah keluar bengkelnya di Taman Ciruas Permai.

Star sekitar pukul 07.30 pemuda berbadan atletis ini baru bisa mandi sore sekitar pukul setengan sepuluh malam. Itupun masih harus menyisakan pekerjaan yang menumpuk. Usahanya mendidik para pemuda untuk bergabung masih terkendala persoalan gengsi "Saat ini masyarakat umum menila pekerjaan ini sepadan dengan tukang kayu, yang dikerjakan oleh orang tua dan kampung, padahal walau tempat kerjanya di bengkel, pekerjaan ini tergolong pekerjaan seni yang elit", ujarnya kepada bantencom.

Selain itu, pemuda yang sudah bertahun tahun tinggal di Pulau Bali ini mengatakan bahwa secara ekonomi pekerjaan ini sangat menjanjikan. " Kalau dibandingkan dengan menjadi pekerja di pabrik, sy jamin gajinya akan lebih besar, apalagi kita tidak perlu ongkos, tapi heranya banyak pemida yang senang bekerja di pabrik", ujarnya.

Sebentara menurut pantauan bantencom, saat ini pemuda yang bekerja dengan. Beberpa karyawan ini, tengah kebanjiran order. Beberapa perumahan yang sedang berkembang di wilayah Serang Banten telah memberikan pekerjaan. Untuk perumahaan, pemuda kreatif ini harus menyelesaikan pengadaan dapur bersih. Pembuatan dapur bersih berbahan kayu lapis ini saat ini sangat diminati para konsumen. Terutama bagi para rumah tangga muda, pecinta suasana elit dan bersih di dapurnya.

Selain menangani order bagi perumahan, pemuda ini juga masih nunggak kerjaan di beberapa super market dan perkantoran. "Masih banyak kerjaan yang tertunda, maklum karyawan kami masih terbatas", ujarnya.
galih anjar wati
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »