bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Sampai Akhir Hayatnya Ibunda Udin Belum Mengetahi Pelaku Pembunuh Anaknya

Diposkan oleh On 22:14:00 with No comments

Bantul,bantencom-Ibunda mendiang wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin, Mujilah, tutup usia pada Senin (24/6). Mujilah meninggal dunia dalam usia 75 karena sakit infeksi ginjal.

Selama hampir 17 tahun, Mujilah tak pernah putus asa bertanya dan terus menggugat penyebab kematian putranya, Udin, yang terbunuh secara misterius pada 16 Agustus 1996. Bahkan, sampai detik-detik akhir hidupnya, Mujilah masih tetap teguh menuntut pengungkapan aktor sekaligus otak di balik pembunuhan Udin.

Udin adalah wartawan Bernas yang meninggal karena dianiaya pada 16 Agustus 1996. Hingga kini kasusnya belum diusut tuntas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Agustus 2014, kasus Udin bakal kedaluwarsa.

Nek mboten diungkap, kulo tetep mboten trimah dumugi kiamat (kalau tidak diungkap, saya tetap tidak terima bahkan hingga kiamat),” ujar Mujilah mengungkapkan isi hatinya, Jumat (21/6), atau tiga hari sebelum meninggal dunia.

Dengan nafas tersengal-sengal, Mujilah menyampaikan luapan isi hatinya kepada teman sekantor Udin sekaligus anggota Tim Kijang Putih yang pernah melakukan investigasi kematian Udin, Heru Prasetyo.

Ayah Udin, Wagiman Jenggot, yang telah meninggal beberapa tahun lalu juga terus mengupayakan pengungkapan kasus pembunuhan Udin. Begitu mengetahui indikasi penghilangan barang bukti kematian Udin oleh anggota polisi dengan melarung (menghanyutkan) darah Udin ke laut selatan, Wagiman bersama Mujilah langsung mengadu kepada Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Yogyakarta.

Kulo njur mboten trimah nek getih anak kulo dilarung wonten laut kidul lan sisanipun dibuang wonten sampah. Kulo sakkeluarga langsung nyuwun bantuan wonten LBH Yogyakarta (saya enggak terima kalau darah anak saya dihanyutkan ke laut selatan dan sisanya dibuang di tempat sampah. Kami langsung meminta bantuan ke LBH Yogyakarta),” ungkap Mujilah dalam wawancara dengan perwakilan anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta pada November 2012.

Pada 16 Agustus 1996, Udin menghembuskan nafas terakhir setelah tiga hari tak sadarkan diri akibat dianiaya orang tak dikenal di rumahnya Jalan Parangtritis, Yogyakarta. Kematian ini diduga kuat terkait profesi Udin sebagai jurnalis.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) Yogyakarta Aloysius B Kurniawan menyatakan pemerintah harus segera mengakhiri praktik impunitas bagi pembunuh Udin. “Komitmen mengakhiri praktik impunitas harus ditunjukkan dengan langkah nyata yaitu membuka lagi kasus pembunuhan Udin,” ucapnya.

Praktik impunitas terindikasi dari ketidaktuntasan penyidikan kasus pembunuhan Udin. Polisi menjadikan Dwi Sumadji alias Iwik sebagai tersangka, padahal sejak awal keluarga Udin bersaksi Iwik bukan pembunuh Udin.

“Setelah pengadilan membebaskan Iwik dari dakwaan, polisi seharusnya mencari tersangka sesungguhnya. Namun, polisi tidak mau secara serius membuka lagi kasus ini,” kata Aloysius.

Pascakematian Udin, Polda DI Yogyakarta berulangkali membentuk tim penyelidikan khusus untuk menguak selubung misteri pembunuhan Udin. Akan tetapi, setelah 17 tahun berjalan, kasus Udin justru semakin mengambang tanpa kejelasan.(Iwan)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »