bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Produsen Mobil Mini Jepang Incar Indonesia dan India

Diposkan oleh On 19:08:00 with No comments

Produsen mobil asal Jepang seperti Honda, dan grup Toyota-Daihatsu memiliki sebuah masalah:
mobil terkecil yang mereka produksi sangat laris di Jepang — dan hanya Jepang.

Contohnya mobil N BOX dari Honda. Mobil mini empat kursi yang memiliki fitur SUV (kursinya
dapat dilipat supaya sepeda muat masuk) ini memiliki mesin 660 cc yang irit bahan bakar. Di
semester pertama 2013, N BOX adalah mobil terlaris dalam kategori kendaraan yang populer di
Jepang. Namun di luar Jepang, tidak banyak yang tahu mengenai “mobil kei” ini. (Kei dalam
bahasa Jepang berarti ringan.)

Sekarang itu bisa berubah. Raksasa otomotif Jepang sedang mempertimbangkan mengekspor
teknologi ini ke pasar negara berkembang.
"Kami sudah memiliki mobil yang cukup murah di pasar tersebut, tapi di India dan pasar
seperti Indonesia, kita perlu mobil yang lebih kecil, yang lebih terjangkau," kata juru
bicara Honda Masaya Nagai.

Meningkatnya biaya bahan bakar serta pesatnya pertumbuhan kelas menengah di negara
berpenduduk terbesar kedua dan keempat di dunia tersebut membuat mereka berpotensi menjadi
pelanggan mobil mini pertama.

Sebagai langkah pertama, perusahaan seperti Honda telah merancang mobil kei mereka dengan
cara yang membuatnya lebih mudah untuk memproduksi mobil-mobil tersebut di luar negeri.
Honda tidak sendirian.

Toyota menggunakan teknologi dari afiliasinya Daihatsu, spesialis mobil kei, untuk
mengembangkan mobil mini di Indonesia. Mitsubishi mengincar penjualan mobil kei di Afrika.
COO Nissan Toshiyuki Shiga juga mengatakan bulan lalu bahwa mobil kei memiliki potensi
mendunia.

Meskipun beberapa produsen mobil asal Jepang telah mencoba untuk memopulerkan mobil mini ke
luar Jepang, terdapat pengecualian. Suzuki Motor Corp dan Daihatsu mengincar India dan Asia
Tenggara sejak awal 1980-an, membangun kehadiran yang kredibel meskipun teknologi mereka
berbeda dibandingkan dengan yang digunakan Honda.

Joost Geginat, seorang ahli pasar otomotif dari konsultan Roland Berger di Singapura,
memprediksi perusahaan-perusahaan Jepang akan menginvestasikan total $1,8 miliar (sekitar
Rp18 triliun) untuk memproduksi mobil kei di Indonesia.

Mobil mini di persaingan makro
Sekarang persaingan di pasar mobil mini sedang memanas. Honda, produsen mobil terbesar
ketiga di Jepang yang terkenal lewat mobil Civic dan Accord, berharap mobil mini dapat
memenuhi target agresif yaitu enam juta unit kendaraan terjual di dunia dalam satu tahun
pada Maret 2017 dari penjualan saat ini sekitar empat juta.

Indonesia, negara dengan lebih dari satu juta mobil terjual tahun lalu, adalah salah satu
pasar yang dituju. Bulan lalu, Jakarta kembali mengurangi subsidi BBM, menaikkan harga bahan
bakar rata-rata sebesar 33 persen. Pada waktu yang hampir bersamaaan, Indonesia
menandatangani undang-undang program Mobil Murah Ramah Lingkungan (LCGC) untuk mempromosikan
mobil mini seperti kei, meskipun UU tersebut masih dalam tahap pengkajian.

Geginat mengatakan Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Honda bisa menjual gabungan 500.000 LCGC
per tahun, senilai di bawah $10 ribu (Rp100 juta) per unit, setelah undang-undang baru itu
disahkan.

Honda ingin menerapkan teknologi mobil mini ke Indonesia dan Malaysia, tutur Hiroshi
Takemura, yang mengawasi operasional mobil kecil Honda, kepada Reuters bulan lalu.
Perusahaan tersebut merancang N BOX dengan struktur yang hampir sama dengan Fit, mobil
kompak Honda yang juga dikenal dengan nama Jazz, yang berarti dua mobil tersebut dapat
diproduksi pada proses produksi yang sama, kata Yoshiyuki Matsumoto, staf pelaksana Honda.
Honda saat ini merakit Fit atau Jazz di 10 pabrik di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan
Thailand.

Satu tantangan bagi Honda dan produsen asal Jepang lainnya adalah harga. Honda N BOX
membanderol harga mulai $12,500 (sekitar Rp125 juta), sedikit lebih mahal dari model Fit
yang dibanderol dengan harga sekitar $12.200 (sekitar Rp122 juta).

Untuk memproduksi mobil seharga $10.000 (sekitar Rp100 juta) di Indonesia, fitur seperti
turbocharger, vehicle assist system dan airbag mungkin harus dhilangkan, dan kunci model
lama tetap akan digunakan, bukan kunci elektrik canggih.

Oleh: Yoko Kubota | Reuters
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »