bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Roy Suryo Meminta Maaf

Diposkan oleh On 00:48:00 with No comments

bantencom - Peletakan batu pertama pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di Dusun Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao yang rencananya dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo sebenarnya tidak termasuk dalam daftar kegiatan Menpora selama di Rote.

Rencana peletakan batu pertama memang sempat diusulkan oleh panitia lokal, namun Menpora tidak mau melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana olahraga sebelum semua proses beres. Oleh karena itu, usulan kegiatan itu didrop dan tidak dimasukkan dalam daftar kegiatan Menpora selama menghadiri rangkaian kegiatan Merajut Indonesia.

Demikian penjelasan Sekretaris Menpora Yuli Mumpuni Widarso  Sabtu (29/6).Menurut Yuli, semua kegiatan yang dihadiri Menpora telah dijadwalkan dalam daftar rangkaian kegiatan kunjungan. Sedangkan, kunjungan dan peletakan batu pertama pembangunan GOR sama sekali tidak masuk dalam rangkaian kegiatan Menpora.

Dia menjelaskan, tim panitia Thobias Tubulau saat ke NTT dan kembali ke Jakarta menyampaikan aspirasi peletakan batu pertama pembangunan GOR di Rote Ndao. Namun Menpora dalam arahannya menegaskan bahwa tidak berkenan melakukan peletakan batu pertama jika ada permasalahan sebelumnya. Menpora mau meresmikan atau meletakan batu pertama bila tidak ada masalah korupsi dan klaim kepemilikan lahan dari masyarakat setempat. Karena itu, pada pembahasan terakhir, aspirasi peletakan batu pertama pembangunan GOR tidak dimasukkan.

“Memang kita pernah bahas aspirasi peletakan batu pertama, tapi keinginan itu sudah diaborsi karena Pak Menteri tidak berkenan. Bahkan saat sudah di-delate pun saya masih sampaikan ke Pak Menteri, tapi sudah tidak mau kecuali hanya lewat saja,” katanya.
Menpora Roy Suryo, lanjutnya, sejak awal menjabat sudah menegaskan bahwa ia tidak mau melakukan peletakan batu pertama sarana olahraga prosesnya belum selesai. Sebab Menpora tidak ingin dalam perjalanan permasalahan sebelumnya muncul kembali.

Sementara Thobis Tubulau, Asisten Deputi Industri Olahraga Kemenpora mengakui, aspirasi peletakan batu pertama pembangunan GOR merupakan keinginan panitia lokal. Namun setelah dibahas di panitia Pusat, kegiatan itu dibatalkan karena Menpora tidak mau meletakkan batu pertama. Menpora hanya ingin melakukan pengresmian atau peletakan batu terakhir setelah semua permasalahan dibereskan.

Sedangkan terkait permasalahan di Nemberala Beach Hotel, Tim Advance Merajut Indonesia Nanang menjelaskan, Menpora Roy Suryo dan rombongan tiba di hotel pukul 20.00 Wita. Saat itu Menpora memanggil ajudan dan menanyakan kenapa semua rombongan tidak menginap di lokasi yang sama. Meski telah dijelaskan, Menpora tidak terima karena ingin semua menginap di tempat yang sama.

Nanang juga membantah Menpora membentak wisatawan yang mendekat saat terjadi keributan karena saat itu tidak ada wisatawan yang mendekat ke lokasi keributan.
“Itu tidak ada faktanya,” ujarnya.


Dia juga membantah pemberitaan yang mengutip pernyataan Menpora, “Ini negara saya, kenapa bule yang memenuhi tempat ini”. Menurut Nanang, yang benar dikatakan Menpora saat itu adalah, “Ini Indonesia, kenapa kamu lebih prioritaskan pelayanan kepada bule daripada kepada kementerian”.

Nanang juga mengakui, persoalan di Nemberala Beach Hotel sudah diklarifikasi dan diselesaikan dengan manajemen hotel. Bahkan, saat berorasi di hadapan massa yang hadir dalam ceramah, Menpora Roy Suryo juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Merajut Indonesia Kabupaten Rote Ndao Jonas Selly menyatakan, keributan di Nemberala Beach Hotel hanya miscomunication. Menurutnya, Menpora ingin penginapannya tidak dipisahkan dengan staf karena tidak ingin dibedakan dengan stafnya.(ws)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »