bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Kecewa Tidak DI beri Ayam Untuk Bacakan Sejumlah Warga Mengamuk

Diposkan oleh On 17:29:00 with No comments

Serang,bantencom.com - Petugas kepolisian hingga kini masih berjaga-jaga di lokasi peternakan di Petir Serang Banten untuk mengantisipasi aksi balas dendam yang di lakukan oleh pihak yang di rugikan, karena penyerangan kemarin di lakukan oleh warga kampung Panunggalan.kasat reskrim AKBP Frediat Triarbakti mengatakan hingga saat ini petugas masih di siagakan untuk mengantisipasi agar kerusuhan kemarin tidak berbuntut tawuran antar kampung.

Peristiwa ini terjadi saat beberapa pemuda Kecewa tidak di beri ayam untuk acara masak-masak ratusan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, mengamuk. Merusak peternakan ayam di Kampung Nyemplon, Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir,Kabupaten Serang, Senin (12/8).
Akibat amuk massa, lebih dari 600 ekor ayam mati, dua unit kandang ayam ukuran besar rusak parah, satu unit televise milik peternakan hancur dan dua orang pegawai peternakan mengalami luka serius di kepala serta sobekan benda tajam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun bantencom.com, peristiwa pengrusakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (13/8) lalu. Kerusuhan bermula, ketika sekitar 8 anak-anak remaja usia belasan tahun warga Kampung Panunggulan, Desa Kampung Baru meminta ayam untuk bacakan ke peternakan milik Haji Bedi (45). Namun lantaran para pegawai sedang sibuk panen dan menyiapkan ayam untuk dikirim ke pemesan, maka keinginan anak-anak tersebut tak sempat bisa terpenuhi.

Merasa kesal, para remaja tanggung asal desa tetangga itu melempari para pekerja peternakan dengan batu. Bahkan mess para pekerja tak luput dari ulah anak-anak tersebut. "Karena menggangu, akhirnya pegawai kami mengejar anak-anak tersebut. Agar menghentikan ulah bocah-bocah itu," kata Bedi, saat dijumpai di lokasi kejadian kemarin.

Ternyata, upaya pegawai peternakan ayam menghardik anak-anak remaja itu berbuah petaka. Selang setengah jam kemudian, ratusan massa dari Kampung Panunggulan menyerang peternakan ayam milik Haji Bedi tersebut. Tanpa kompromi, massa tersebut langsung merusak kandang ayam,membunuh ayam-ayam yang ada di peternakan itu, merusak televisi serta menyerang para pegawai peternakan. Akibatnya dua orang pegawai pun terluka.

"Ratusan warga  menyerang peternakan kami, setelah mendengar pengaduan dari anak-anak itu. Mereka mengatakan bahwa pegawai kami memukulnya. Padahal pegawai kami yang dilempari anak-anak itu," ujar Bedi.

Saat disingung jumlah perkiraan jumlah kerugian yang dideritanya, Bedi mengaku belum bisa memberikan komentar.
Aparat Polres Serang langsung terjun ke lokasi kejadian. Hingga kemarin telah dilakukan musyawarah antara perwakilan dari Desa Kampung Baru dan desa Nagara Padang. Sementara di lokasi kejadian, ratusan aparat gabungan masih mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), untuk menghindari serangan susulan.

Namun hingga berita ini diturunkan belum terjadi kesepakatan antara warga dua desa tersebut. Lantaran pihak warga yang merusak meminta ganti rugi Rp10 juta kepada peternak. Dengan tuduhan menganiaya anak-anak. Sementara peternak berdalih, anak-anak remaja itu yang menyerang pegawainya. (BC4)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »