bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

“Jangan jadikan perutmu sebagai kuburan hewan.”

Diposkan oleh On 17:13:00 with No comments

bantencom.com - Al Qur'an dengan jelas meletakkan dasar yang kuat tentang prinsip-prinsip  mulia untuk dipatuhi. Di sana sangat jelas dinyatakan bahwa daging tidak cocok untuk konsumsi manusia.
Profesor Khodadadi: Sering kali ada beberapa makanan yang dilarang oleh Al Qur'an untuk dikonsumsi manusia, seperti bangkai.

"...kecuali kalau makanan itu Maitah (bangkai) atau darah yang mengalir (dengan menjagal seperti itu), atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor..."
Dalam ayat 145 Surat Al An'am (6), Allah menyatakan fakta ini, di mana Dia berkata, "Makan bangkai, darah, dan daging babi tidak sesuai dengan martabat manusia."

Profesor Khodadadi menjelaskan lebih lanjut tentang kesalahpahaman umum terhadap hadis mengenai makan daging Saya akan sampaikan sebuah poin menarik di sini bahwa orang pemakan daging sering merujuk pada Hadis yang sepertinya jika seseorang tidak makan daging selama 40 hari, sifat tingkah lakunya akan menjadi buruk dan keyakinan agamanya akan dipengaruhi. Saat kami periksa ini dengan seksama, kami perhatikan bahwa sesungguhnya mereka tidak memahami Hadis ini dengan benar.

Dan sesungguhnya, dikatakan bahwa mereka yang tidak makan daging selama 40 hari, mereka harus melafalkan "Adhan" (seruan untuk berdoa) pada telinga kanan mereka dan melafalkan "Eghame" (Adhan kedua) pada telinga kiri mereka! Saat bayi baru dilahirkan, agar ia mendengar Sabda Kebenaran dan Tuhan, kita melihat bahwa dengan segera setelah anak itu dilahirkan, mereka melafalkan "Adhan" pada telinga kanannya dan "Eghame" pada telinga kirinya. Pertanyaannya adalah: apakah ini kasus bahwa anak itu tidak makan daging selama 40 hari dan keyakinan agamanya dipengaruhi sehingga mereka melafalkan "Adhan" dan "Eghame" pada kedua telinganya? Sementara dalam Hadis:

"Setiap anak terlahir dengan Sifat Ilahi." Arti sebenarnya dari Hadis ini adalah bahwa Hazrat Ali Alaihi Salam berkata: "Jangan jadikan perutmu sebagai kuburan hewan."
Sebagai makhluk spiritual, manusia pada dasarnya berusaha menuju tindakan bermartabat dan surgawi. Karena itu, pola makan nabati akan lebih sesuai menuju arah mulia ini. Dengan menjaga kemurnian tubuh melalui makanan vegan, lebih mudah bagi kita berhubungan dengan Hakikat Sejati kita.

Surat Ar-Ruum (30), ayat 30 dalam Al-Qur'an, kita temukan poin menarik di mana Tuhan berkata bahwa sifat manusia adalah vegetarian. Pada akhir ayat itu, dikatakan:
"...kebanyakan manusia tidak mengetahui." Sayangnya, kebanyakan orang tidak memahami sifat ini. Tahun lalu, saat gempa bumi di China, banyak orang meninggal. Dan mereka yang selamat mengatakan bahwa di area gempa bumi ada banyak katak. Dan 24 jam sebelum gempa bumi, katak-katak itu bermigrasi dan meninggalkan area itu; 24 jam setelah gempa bumi, mereka kembali. Pertanyaannya adalah: bagaimana hewan bukan manusia, mengetahui kedatangan bencana seperti itu? Salah satu alasannya dinyatakan dalam Surat Ar-Ruum (30), ayat 30, bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui sifat mereka dan mereka tidak memilih pola makan berdasarkan sifat mereka.

Dan sayangnya, satu-satunya harapan mereka adalah menunggu untuk melihat apa yang dikatakan oleh media publik. Jadi, ketika kita kembali ke Sifat Sejati kita dan Diri Sejati kita, sifat ketuhanan kita, menerima jalan Tuhan, kita akan benar-benar  menjadi satu dengan seluruh Ciptaan dan kita akan tahu semua kemungkinan bencana yang akan membahayakan hidup kita, sebelum itu terjadi.

(Berbagai sumber/bantencom)
bantencom " civil jornalism" for "indonesia chanel"





Next
« Prev Post
Previous
Next Post »