bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

25 Ribu Anak di Banten Tidak Sekolah Salah Siapa?

Diposkan oleh On 09:34:00 with No comments



Serang,bantencom.com - Sebanyak 25 ribu anak usia sekolah dasar (SD) di Provinsi Banten tidak sekolah. Jumlah tersebut di antaranya terdapat di masyarakat suku Baduy, Kabupaten Lebak dan kabupaten/kota lainnya di Banten. Angka ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik.
Banyak sekali faktor penyebab nya mulai dari biaya sekolah yang masih di berlakukan sekolah-sekolah, sulit nya memasuki sekolah yang di inginkan karena prosedural, dan ada bisa juga karena si anak atau orang tua yang tidak mau bersekolah.
"Bukan hanya di Baduy saja, tapi di semua daerah. Kalau di Baduy memang karena kulturnya di sana tidak ada yang sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina
Menurut Hudaya, untuk mengantispasi bertambahnya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan SD, Pemprov Banten telah membuat rancangan program sekolah mandiri. Program tersebut, menurutnya, telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Sekolah mandiri yang saat ini sedang dicanangkan, mendapatkan respon dari pihak Kemendikbud," ujar Hudaya.
Menurutnya, saat ini program sekolah gratis masih belum benar-benar gratis, karena masih terjadi pungutan biaya. "Sekarang ini bupati dan wali kota dengan bangganya mengatakan bahwa sekolah gratis. Tapi pada kenyataannya masih ada biaya di sekolah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menangah dan Tinggi pada Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Lilis Dania mengatakan, program sekolah mandiri itu direncanakan bisa sampai jenjang sekolah menengah. "Sekolah mandiri akan diselenggarakan pada tahun 2014. Untuk sekolah mandiri anggarannya akan digabungkan ke Pendidikan Non-Formal," katanya.
Menurut Lilis, sekolah mandiri tersebut memiliki standar, yaitu karakteristik yang hampir sama dengan pendidikan formal. Bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya, bisa dilanjutkan ke sekolah mandiri ini. "Begitupun siswa putus sekolah," ujar Lilis.
Menurutnya, di sekolah mandiri, selain mendapatkan ilmu pengetahuan, siswa juga akan didik memiliki kecakapan hidup. "Proses pembelajaran, menekankan pada self directed cleaning, dan outputnya, lulusan sekolah mandiri memiliki kompetensi kecakapan hidup untuk kemandirian. Standar pendidikan sekolah mandiri, memiliki sikap berakhlakul karimah, pengetahuan, dan memiliki keterampilan," katanya.
(bantencom)
bantencom " civil jornalism" for "indonesia chanel"






Next
« Prev Post
Previous
Next Post »