bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Hamas Mengkritisi Kejati Banten

Diposkan oleh On 19:04:00 with No comments

Serang, bantencom – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas), berunjuk rasa di depan gerbang Kejati Banten, Rabu, (13/11/2013). Mahasiswa mengkritisi kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten yang dinilai lamban dalam membongkar kasus korupsi di Banten.

Mahasiswa mempertanyakan keganjilan proses proyek Sport Centre. "Bagaimana mungkin proyek yang belum menunjuk konsultan tetapi terus berjalan," kata koordinator aksi Sobari dalam orasinya.

Selain tanpa konsultan, mahasiswa juga mempertanyakan lahan sport centre yang masih bermasalah dan administrasi yang belum lengkap. "Mana mungkin lahan seluas satu hektare menghabiskan Rp 6,5 miliar. Kejati Banten tidak progres memecah potensi kasus korupsi seperti ini. Kapan lagi Kejati akan bekerja, kasus korupsi terkuak bukan dari kerja Kejati Banten. Kalau tidak dapat membongkar kasus korupsi, Kejati Banten minimal dapat melakukan pencegahan korupsi di Banten," lanjutnya.

Dalam aksinya, mahasiswa melakukan aksi berbaring di depan gerbang Kejati Banten, sambil memplester mulut menandakan Kejati Banten yang bungkam dan tidak progresif menyelesaikan kasus korupsi di Banten. Di tengah guyuran hujan mahasiswa yang bertelanjang dada tidak menghentikan aksinya sambil terus melakukan orasi.

Usai terbaring di gerbang Kejati Banten, mahasiswa melakukan aksi memblokir jalan Palima - Serang. Akibatnya, lalu lintas di depan Kejati Banten tersendat. Kendaraan yang akan melintas terpaksa mundur kembali dan harus melawan arah dari jalan Serang-Palima. Aksi ini berjalan dengan damai karena mahasiswa dalam aksinya hanya melakukan aksi teatrikal, dengan aksi tutup mulut sambil berbaring di jalan.

Sementara aparat keamanan dari Polres Serang hanya berjaga-jaga mengantisipasi aksi yang dilakukan mahasiswa ini berubah anarkis. "Pada dasarnya kita sebagai anggota kepolisian tidak melarang semua aksi demonstrasi, karena itu adalah hak sebagai warga negara untuk menyampaikan aspirasinya, asalkan sesuai izin dan tidak melakukan aksi anarkis" ungkap anggota Dalmas yang mengawal aksi itu.


(bc4)
bantencom "civil journalism for indonesia chanel"






Next
« Prev Post
Previous
Next Post »