bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Kasus Gizi Buruk di Banten Kurang Perhatian Pemda

Diposkan oleh On 17:20:00 with No comments

Serang, bantencom - Kasus gizi buruk di Banten bukan rahasia umum lagi, bahkan terkesan dibiarkan. Para penguasa daerah Banten sibuk dengan kehidupan gelamornya. Mereka seakan menutup mata dan telinga, dengan adanya warga masyarakat yang mengalami kemiskinan. Padahal kejadian gizi buruk di daerah Banten sudah menjadi sorotan media, baik media lokal maupun nasional.

Penelusuran bantencom mendapatkan informasi ada warga yang meminta diberikan bantuan karena kondisinya memprihatinkan. Seorang bocah laki-laki berumur 12 tahun, Yakub, hingga kini belum mampu berdiri, karena menderita gizi buruk. Selain mengalami gizi buruk, anak tersebut juga mengalami benjolan di belakang kepalanya.

Anak keempat pasangan Sartunah dan Sanawi setiap hari hanya diberi makan seadanya. Sartunah sang ibu bercerita, sakit sang anak sudah diketahui sejak usia 2 tahun, namun karena tak memiliki biaya, keluarganya hanya mampu berobat ke puskesmas. Sanawi dan Sartunah, warga Kampung Pasir Sadang, Desa Koper, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, adalah termasuk keluarga miskin. Sanawi hanya bekerja serabutan dan terkadang harus meninggalkan keluarganya untuk mengadu nasib di Jakarta. " Suami saya kadang kerja ke Jakarta, bisa seminggu baru pulang, kasian Yakub gak bisa beli susu, ya saya kasih makan dan minum seadanya saja, saya juga gak punya uang untuk obatin anak saya",ujar Sartunah.

Ironis sekali, masih ada warga masyarakat Banten yang mengalami gizi buruk akut,  sedangkan disisi pemerintah daerah ada temuan BPK menunjukkan Dinas Kesehatan Provinsi Banten terindikasi korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Daerah Banten senilai Rp 32 miliar. Proyek pengadaan alat kesehatan ini dimenangkan oleh perusahaan adik Gubernur Banten Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan yang kini tengah tersandung kasus dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Bukan tidak mungkin masih banyak Yakub-Yakub yang lain di Banten yang harus segera ditangani oleh para pemimpin daerah ini.



(Bc4)
bantencom "civil journalism for indonesia chanel"







Next
« Prev Post
Previous
Next Post »