bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Dokumen Aset Kekayaan RAC dan TCW Di BPN Disita KPK

Diposkan oleh On 17:06:00 with No comments


Serang, bantencom - Harta kekayaan milik tersangka kasus suap Pilkada Lebak dan pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten mulai ditelusuri oleh KPK. Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penyisiran, mulai dari sertifikat yang dimiliki oleh Ratu Atut Chosiyah dan Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Serang.

Menurut informasi yang didapat bantencom , Komisi Pemberantasan Korupsi terus melakukan pencarian data, perihal sertifikat tanah milik Ratu Atut Chosiah dan Tubagus Chaery Wardana. Sejumlah penyidik KPK pekan lalu mendatangi kantor BPN Serang guna mencari data-data sertifikat milik keluarga TCW, namun penyidik  KPK tak menggunakan rompi KPK.

Pencarian data sertifikat tanah dan bangunan oleh KPK tersebut bertujuan guna melengkapi penyidikan KPK atas tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun ketua Badan Pertanahan Nasional cabang Serang, Alen Syahputra, enggan mengomentari pencarian data sertifikat TCW alias Wawan tersebut kepada media, “ Memang benar ada penyidik KPK kemari (BPN Serang:red) tapi silahkan konfirmasi ke KPK saja, mereka yang berhak mempublisnya, bukan kami ujarnya.

Menurut Alen, KPK akan kembali lagi ke BPN untuk mencari data-data sertifikat tanah milik Wawan di Banten. “ Kami hanya membantu KPK saja untuk keperluan penyidikannya, selama tidak memberatkan kita, kami persilahkan, ujar Alen.

Namun saat ditanya soal berapa banyak dokumen sertifikat tanah milik keluarga wawan yang dibawa KPK, Alen enggan berkomentar, “ Silahkan mas tanya ke KPK saja, kami hanya membantu KPK untuk urusan aset tanah itu saja".

Sebelumnya KPK akan mengembangkan kasus korupsi kedua tersangka dengan menyusuri harta kekayaan mereka yang di duga di dapat dari hasil tindak pidana korupsi. "jika dari hasil penyelidikan terbukti, maka harta kekayaan RAC dan TCW akan di sita" kata juru bicara KPK Johan Budi.



bc4
bantencom "civil journalism for Indonesia Chanel"

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »