bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Lapak Pencuri Solar Digrebek Polda Banten

Diposkan oleh On 15:13:00 with No comments

Serang, bantencom - Satuan Unit 2 Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Banten, melakukan penggrebekan lapak penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di Jalan Raya Serang-Pandeglang KM 7,6 No. 33 Kota Serang, Jumat 24/1. Dari lapak yang berukuran hampir satu hektar ini, polisi mengamankan satu unit tangki BBM kapasitas isi 8 ton sebagai barang bukti.

Bukan hanya itu, polisi juga memasang garis polisi di tempat penyimpanan kempu (drum) sebanyak 28 buah, dari 28 buah kempu itu sekitar 16 buah kempu berisi BBM jenis solar, satu kempu ditaksir berisi BBM 1 ton. Dari perhitungan sementara, dalam lapak tersebut polisi berhasil mengamankan BBM jenis solar sekitar 24 ton.

Udin 25 tahun yang mengaku pemilik lapak juga ikut dibawa ke Polda Banten untuk dimintai keterangan, Udin juga mengaku menjalankan usaha penimbunan BBM jenis solar itu baru satu bulan.

"Baru satu bulan ini saya aktif melakukan usaha penimbunan ini, belum sempat dapat untung mas", kata Udin.

Namun ketika wartawan mencecar Udin dengan pertanyaan asal muasal BBM jenis solar tersebut, Udin pun hanya mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai pengumpul saja.

"Saya tidak tahu mas, kami disini hanya menerima dan mengumpulkan saja, kalau asal muasal BBM jenis solar itu saya kurang faham", tuturnya.

Informasi yang berhasil dihimpun sementara menyebutkan, BBM jenis solar ini dikumpulkan dari barbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) yang ada di Kabupaten Serang, dengan mempergunakan mini bus yang sudah dimodifikasi. Satu unit SPBU bisa mengeluarkan solar sekitar 4 ton sekali mengisi.

AKP Dony, salah satu penyidik yang ikut dalam penggrebekan itu mengakui bahwa, informasi mengenai lapak penimbunan BBM jenis solar ini berawal dari aduan masyarakat. Setelah mendengar informasi tersebut, penyidik Polda Banten melakukan pengintaian hingga dilakukan penggrebekan.

"Kalau untuk keterangan pers, teman-teman wartawan harus bersabar karena ini masih dalam tahap penyelidikan, mungkin masih banyak info". 

( Edi)
bantencom "civil journalism for Indonesia Chanel"

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »