bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

"SAVE KBS" (Kebun Binatang Surabaya)

Diposkan oleh On 19:27:00 with No comments

Surabaya, bantencom - Dalam beberapa hari terakhir, Surabaya dihangatkan dengan isu Kebun Binatang Surabaya (KBS). Matinya Michael, singa jantan pada 6 Januari lalu mengulang memori pahit yang dialami sejumlah hewan di KBS.


Bahkan Daily Mail sempat membuat berita yang berjudul "Zoo of Death" atau Kebun Binatang Kematian. Banyak masyarakat yang beropini bahwa manajemen yang sekarang dikelola
oleh Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa itu buruk. Padahal, pencapaian
pengelola Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang baru terbentuk 6 bulan yang lalu, akibat dari sengketa yang berkepanjangan.


Polemik yang semakin memanas ini mendapatkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Seperti, Mitra Satwa dan Sahabat Satwa yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli mengurus KBS. Hal itu diekspresikan dengan pengecatan ulang beberapa fasilitas dan penangkaran Komodo. Begitu juga dengan pendukung calon presiden peserta konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan yang menamakan diri Relawan Turun Tangan Surabaya. Mereka melakukan aksi pungut aspirasi dan sampah di KBS, Kamis (16/1).

"Meskipun banyak pemberitaan miring tentang KBS, hal itu tidak mengurangi antusiasme pengunjung. Terbukti dengan antrian padat pada loket tiket dan penuhnya tempat parkir," ujar salah satu relawan Turun Tangan Surabaya, M. Imam Syafi'I, Jumat (24/1).

Setelah berkeliling dan mewawancarai pengunjung, Imam mengatakan, terdapat banyak masukan untuk KBS. Diantaranya masih banyaknya masyakat yang membuang sampah sembarangan, sehingga perlu ditertibkan dan diberikan penyadaran untuk menjaga lingkungan. "Ada juga masyarakat yang memberi masukan tentang banyaknya pedagang-pedagang liar di dalam wilayah KBS dan pemberian makan hewan oleh pengunjung secara bebas," ujar Imam.

Dari pengamatan Imam sendiri, memang benar, masih banyak yang harus dibenahi. Mulai dari aquarium yang sudah tidak layak, hingga masih banyak ditemui kandang-kandang yang tidak menyesuaikan dengan lingkungan yang sesungguhnya. "Perlu adanya guide (red: pemandu) untuk menunjukan tempat yang dituju pengunjung dan juga untuk mempermudah pengunjung perlu ditambahkan petunjuk arah yang jelas," lanjut Imam. Imam menambahkan, meski masih banyak kekurangan, bukan menjadi alasan untuk menutup salah satu ikon kota Surabaya ini. Sebab, KBS merupakan kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara. Sehingga perlu dikembalikan kejayaannya. "Dan kalau kita peduli dengan KBS, mari bersama-sama turun tangan jangan hanya turun angan. Kami mengajak masyarakat untuk peduli dan bisa menyebarkannya di media sosial dengan tagline gerakan SAVE KBS," tutup Imam.




Bc4 

bantencom "civil journalism for Indonesia Chanel"









Next
« Prev Post
Previous
Next Post »