bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Dialog bedah buku dinasti rente

Diposkan oleh On 12:03:00 with No comments

Serang, bantencom - Agenda pekrjaan rumah masyarakat Banten yang paling urgen ialah untuk mengisi pembangunan dan pemulihan Banten. Hal ini mencuat dalam diskusi bedah buku "Dinasti Rente" karya Dahnil Anzar.

Koordinator ICW Ade Irawan Ade Irawan menjelaskan bahwa gerakan di Banten jangan berhenti pada turunnya Ratu Atut Chosiyah. "Pekerjaan yang harus dikerjakan ialah bahwa gerakan sosial semacam apa yang harus dilakukan setelah Ratu Atut ditahan," jelasnya dalam diskusi di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis 26 Juni 2014

Sementara itu pembicara lain, Dekan Fisip Unsera Abdul Malik lebih menilai bahwa Banten menjadi objek kajian sosial yang selalu menarik. "Sebagai jurnalis apa saja dinamika sedemikian saya rekam dalam karya jurnalistik. Saya menyatakan bahwa Banten saat ini menarik menjadi objek kajian dan perbincangan. Karena terlalu banyak persoalan di Banten untuk kita teliti banyak yang bisa dikaji," jelasnya.

Hal yang menonjol ketika membicarakan Banten ialah ironi Banten, pesimistis Banten. "Ini harus dicari jalan keluarnya agar perjuangan di Banten tidak mengalami titik jenuhnya," paparnya.

Abdul Malik menambahkan bahwa jangan sampai gerakan sosial di Bnaten gagal memanfaatkan momentum. "Elit dan tokoh pergerakan di Banten tidak cukup kuat dan nyaris kandas. Diskusi hari ini seperti sudah kita lakukan satu, dua bahkan 13 tahun yang lalu.
Mentalitas gerakan kita masih mentalitas lama. Saya khawatir ini akan habis energinya."

Hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi kali ini Ketua Komisi I DPRD Banten Agus R Wisas. Acara juga dihadiri oleh beragam elemen mahasiswa di Banten.



(ridwan)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »