bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

PEMPROV BANTEN  BANGUN JALAN BANTEN SELATAN 45 KM

Diposkan oleh On 18:56:00 with No comments

Serang, bantencom - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) memulai pelaksanaan pembangunan ruas jalan provinsi di wilayah Banten Selatan sekitar 45 Km dari Kecamatan Saketi sampai Kecamatan Malingping di Kabupaten Lebak.
Peresmian pembangunan jalan yang rusak tersebut ditandai dengan 'Groundbreaking' dan penandatanganan kontrak antara Pemprov Banten oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno dengan pihak PT Perumahan Pembangunan (PP) dan PT Nindya Karya Tbk, di Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak, Rabu.20/08.
Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten Husni Hasan mengatakan, pembangunan jalan di wilayah Banten Selatan dilaksanakan dalam dua paket yakni ruas Saketi-Banjarsari dilaksanakana oleh PT Perumahan Pembangunan (PP) sepanjang  20 Km dengan nilai kontrak Rp155,8 miliar. Sedangkan paket yang ke dua yakni ruas jalan Banjarsari-Malingping sepanjang 25 Km dengan kontrak senilai Rp159,8 yang dilaksanakan PT Nindya Karya Tbk.
Menurut Husni, pembangunan jalan tersebut menggunakan beton 'Wire Mesh' dengan ketebalan beton sekitar 27 Cm atau setara dengan kekuatan konstruksi jalan tol. Pembangunan ruas jalan Saketi-Malingping akan dilaksanakan selama 18 bulan atau akan selesai pada pertengahan 2016.
"Pembangunan jalan ini merupakan prioritas yang tertuang dalam RPJMD Banten 2012-2017 dan amanat Perda No 2 Tahun 2012 tentang percepatan pembangunan infrastruktur melalui anggaran tahun jamak," kata Husni.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kapaistas jaringan jalan dan konektivitas  antar wilayah serta menekan angka kecelakaan. Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing masyarakat dan untuk mendukung MP3EI dalam mendorong pengembangan kawasan pendukung di Banten.
Sementara itu, Plt Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. Rano juga juga berjanji dan berkomitmen akan melakukan transparansi dalam pengelolaan anggaran di Banten termasuk untuk pembangunan inftasrtuktur.
"Mungkin baru kali ini dalam sejarah, penandatanganan kontrak kerja untuk pembangunan infrastruktur dilakukan di hadapan masyarakat," kata Rano.
Rano mengatakan, pembangunan jalan di wilayah Banten Selatan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten Selatan serta mendukung percepatan pembangunan Bandara Banten Selatan serta meningkatkan daya saing masyarakat.
"Kami minta dukungan semua elemen masyarakat untuk kelancaran pembangunan jalan ini. Sekarang bukan saatnya lagi mengambil keuntungan untuk kelompok atau golongan tertentu, semua untuk masyarakat," kata Rano dihadapan ratusan warga dan pejabat Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak yang hadir.
"Ada sekitar tujuh ruas jalan provinsi yang akan dibangun Pemerintah Provinsi Banten melalui anggaran tahun jamak dengan total anggaran sekitar Rp1,1 triliun," kata Rano Karno.
Rano berharap masyarakat bisa mendukung pembangunan infrastruktur tersebut dengan ikut mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Banten. Ia juga berharap kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk menjaga dan memelihara jalan agar tonase kendaraan yang lewat tidak melebihi kemampuan jalan.
Sementara Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemprov Banten yang berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan jalan Saketi-Malingping yang sudah lama rusak. Sehingga dengan akses jalan yang bagus, diharapkan akan memperlancar akses dan kegiatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Daerah ini adalah merupakan bagian dari wilayah yang akan dimekarkan jadi daerah otonomi baru yakni Kabupaten Cilangkahan," kata Iti.
Iti mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lebak juga terus berupaya melakukan pembangunan jalan poros desa sepanjang 150 Km setiap tahun, dari sekitar 5086 Km.
"Kami masih membutuhkan sekitar 1,5 triliun untuk  kebutuhan penanganan jalan poros desa di Kabupaten Lebak," kata Iti.
(ridwan)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »