bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Tuna Aksara di Banten tinggal 0,63 persen

Diposkan oleh On 17:33:00 with No comments

Serang-bantencom- Program pemberantasan tuna aksara di Provinsi Banten berjalan dengan baik dan menunjukkan keberhasilan yang signifikan. "Tuna aksara pada usia 15 - 59 tahun, tinggal 0,63 persen," tandas Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Banten, H. Rano Karno, SIP dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Aksara Internasional ke-49, Hari Guru Nasional, dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesi (PGRI) ke-69 Tingkat Provinsi Banten di Lapangan Kawasan Pusat Pemerintahan Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kec. Curug Kota Serang, Rabu, 26 November 2014.
Plt. Gubernur berjanji, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus berjuang membantu masyarakat yang masih memiliki masalah keaksaraan. Harus disadari, tambahnya, keaksaraan bersifat fundamental bagi masyarakat dari segala lapisan, baik yang tinggal di daerah terpencil maupun perkotaan. "Agar kita lebih yakin, bahwa keaksaraan itu sangat penting, kita harus mengetahui betul maknanya bagi seseorang," katanya. Gubernur menegaskan, keaksaraan tidak hanya ketika orang dapat membaca atau memahami simbol-simbol yang terdapat pada sebuah tulisan. Akan tetapi, makna keaksaraan itu seseorang dapat mengembangkan diri melalui apa yang telah dibaca. "Karena keaksaraan bersifat universal, lintas ruang dan waktu. Di dalam keaksaraan terdapat unsur-unsur perdamaian, karakter, penuntasan kemiskinan dan lainnya," tambahnya.
Menurut Plt. Gubernur, Pemprov Banten sangat memahami pentingnya pemberantasan buta aksara. Sehingga, pihaknya memprioritaskan pemberantasan buta aksara dalam perencanaan penduidikan. Untuk itu, Plt. Gubernur mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memberikan perhatiannya yang lebih baik lagi untuk menekan angka tuna aksara di Provinsi Banten. "Saya mengajak insane pendidikan, pejabat pemerintah daerah, dan segenap masyarakat untuk berlomba-lomba dalam menekan angka tuna aksara dan memberikan perhatiannya lebih baik lagi," katanya.
Peringatan Hari Aksara Internasional ke-49, Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69 Tingkat Provinsi Banten dipusatkan di Lapangan KP3B. Hadir dalam kesempatan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), perwakilan pemerintah kab/kota se-Provinsi Banten, unsur perguruan tinggi, dan para insan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, peserta yanghadir dalam kesempatan tersebut terdiri dari seluruh dinas/ instansi yang terkait dalam penanganan Pendidikan di lingkungan Provinsi Banten, Anggota PGRI se-Provinsi Banten, warga belajar, Tutor PKBM, LKP, SKB, dan Guru Pendidikan Luar Biasa (Sekolah Khusus) sejumlah 3.000 orang
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Gubernur sempat berdialog dengan Ibu Nuri, penyandang tuna aksara yang sekarang sudah bisa membaca dan menulis. Saat itu, Plt. Gubernur bertanya, "Apa manfaatnya bisa membaca dan menulis." Menurut Ibu Nuri, banyak manfaat yang dirasakannya, antara lain dia bisa memperoleh dengan mudah dengan bisa membaca dan menulis. "Saya jadi lebih banyak tahu. Saya jadi bisa menyekolahkan anak saya hingga kuliah," kata Ibu Nuri menjawab pertanyaan Plt. Gubernur yang disambut tepuk tangan hadirin.
Secara keseluruhan, menurut data statistic tahun 2013, penyandang buta aksara di Provinsi Banten tersisa sekitar 1,9 persen, dari total jumlah penduduk sebesar 11,252,878 jiwa. Sedangkan untuk usia 15-59 tahun tinggal 0,63 persen. Pemprov Banten, berkomitmen akan terus mencari terobosan baru guna mengentaskan buta aksara. Kini, Pemprov Banten telah menyiapkan sejumlah program diantaranya dengan menyediakan gerai pintar mobile dengan menggunakan mobil kontener. Program gerai pintar ini, diyakini dapat menuntaskan angka buta aksara. Pasalnya, keberadaan gerai pintar tersebut dinilai sangat efektif serta  mempermudah akses masyarakat untuk belajar.(Advetorial)

(TAZ®)




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »