bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Modal Usaha Hasil Penjualan Sabu

Diposkan oleh On 17:27:00 with No comments

Tangerang, bantencom - Berdagang narkoba merupakan bisnis yang menggiurkan bagi siapapun. Maka wajar saja setiap orang tergiur berbisnis barang haram dan Jokowi memberlakukan Indonesia darurat narkoba. Karena, dari penjualan narkoba, sang bandar mampu meraup untung hingga milyaran rupiah.
Setidaknya hal tersebut dibuktikan oleh pebisnis barang haram jenis sabu dengan tersangka DL (37) HD (38), HS (36), US (43), dan SB (37). Mereka memiliki aset yang sangat mewah.
"Harta mereka berupa empat unit mobil mewah, tiga alat berat. Mereka juga punya kebun karet seluas 323 hektare dan 312 ladang kebun," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), usai melakukan pemusnahan narkoba jenis sabu seberat 94.072 gram.
Kelimanya merupakan pemain lama yang mengambil sabu dari negara Malaysia lalu mengedarkannya ke seluruh daerah di Indonesia.
Dimana, keuntungan dari penjualan barang haram tersebut, mereka putar untuk modal usaha. BNN yang geram dengan para pelaku, melakukan penyitaan terhadap aset yang nilainya miliaran rupiah tersebut.
Kelimanya berhasil ditangkap petugas gabungan BNN, Polda NAD serta Polres Aceh di kawasan Desa Alue Bu, Kecamatan Pereulak Barat, Kabupaten Aceh Timur.
Sementara itu, kasus kedua yang barang buktinya ikut dimusnahkan adalah penyelundupan 16.043 gram sabu yang disembunyikan di dalam kereta dorong bayi. Dari kasus tersebut, petugas mengamankan seorang kurir wanita berinisial F (35) warga NTT, di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, pada Senin (16/02/2015) lalu.
"Pelaku diamankan saat membawa 17 set kereta dorong dengan menunpang pick up. Saat diperiksa, 15 set diantaranya menjadi tempat menyembuyikan sabu," terangnya.
F mengaku diperintah oleh seseorang untuk menjemput paket kereta dorong dari China tersebut. Dia berangkat dari tempat tinggalnya di Jember, Jatim, ke Jakarta untuk mengambil paket tersebut dan menunggu perintah selanjutnya.
"Kita sedang kembangkan kasus ini," tegasnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »