bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Distanak Banten, Apresiasi Hasil Panen Kabupaten Lebak 8 Ton

Diposkan oleh On 17:50:00 with No comments

Lebak, bantencom - Sebagai wilayah terluas di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak memiliki kawasan pertnaian yang potensial. Pasalnya, produksi hasil panen petani di Kabupaten Lebak mencapai 8 ton perhektar. Sebelum mendapat bantuan alisintan dan optimasi lahan dari pemerintah, produksi panen hanya mencapai 6,5 ton perhektar. Melihat hasil panen yang melimpah itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten mengapresiasi kerja keras para tani.
 "Ini merupakan capaian tertinggi produksi pertanian di Kabupaten Lebak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Eneng Nurcahyati pada Pesta Panen Raya Kabupaten Lebak Tahun 2015 di Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Kamis (21/03).
Eneng mengatakan, prestasi itu tidak lepas dari peran penyuluh dalam pendampingan maupun teknis lapangan yang dilakukan oleh Babinsa dan  TNI kepada para petani di Kabupaten Lebak. Sebagai kawasan pertanian yang sangat produktif, Kabupaten Lebak memiliki potensi surplus terbaik di Banten. Eneng menguraingkan, Kabupaten Lebak mendapat 50 traktor dari 228 bantuan untuk Banten, 20 pompa air dari 28 bantuan untuk Banten. Hasil panen gabah kering giling Kabupaten Lebak mencapai 575 ton.  Kabupetan Lebak mendapat bantuan optimasi lahan seluas 8000 hektar dari total kawasan bantuan 16000 hektar untuk Banten.
"Bantuan alsintan dari pusat akan didistribusikan secara menyeluruh pada akhir bulan ini," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah,  produktifitas pertanian di Kabupaten Lebak akan terus meningkat. "Kami akan terus mengupayakan Kabupaten Lebak sebagai daerah  penyumbang ketahanan pangan yang signifikan dengan tetap menjaga mutu," ujarnya. Menyikapi harga gabah di kalangan petani, Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian akan menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) agar harga gabah di petani tetap stabil.
Disamping itu, Kepala Staf Korem Provinsi Banten  Teguh Priyatno yang mewakili Danrem Maulana Yusuf mengatakan, sebagai instansi yang menangani pendampingan kepada para petani, pihaknya akan terus bekerja semaksimal mungkin.
"Bantuan pemerintah akan kami pantau untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran dan berkelanjutan," katanya.
Selain itu, tugas yang dimiliki oleh danrem senantiasa menampung inspirasi petani dalam proses pra dan pascapanen. Lantaran petani masih kerap mengeluhkan harga jual gabah yang relatif murah, sehingga kondisi tersebut dapat merugikan petani.
"Kami akan terus mensukseskan target swasembada pangan melalui produk hasil tani yang bagus," tegasnya.[adv]
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »