bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Gas Hydrocarbon Pabrik Kimia Bocor

Diposkan oleh On 15:27:00 with No comments

Cilegon, bantencom - Gas hydrocarbon bocor yang di duga berasal dari pabrik kimia, PT. Chandra Asri Petrochemical dan membuat warga resah. Karena gas tersebut disinyalir membahayakan kesehatan warga yang menciumnya. Bahkan, Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) pun turun tangan untuk menyelidiki dugaan bocornya gas yang berbau menyengat tersebut.
"Semua kelurahan mencium bau menyengat itu (gas hydrocarbon). Mulai dari ujung di Kepuh, Gunung Sugih, Randakari sampai juga di Tegal Ratu kena dampak itu," kata Camat Ciwandan, Junaedi, Rabu (13/05/2015).
Junaedi pun mempertanyakan sikap perusahaan yang tak memberi peringatan kepada warga atas bocornya gas hydrocarbon di pabrik kimia tersebut.
"Biasanya Chandra, kalau pabrik sedang trouble pasti dikasih tahu," tegasnya.
Pihak perusahaan kimia yang berada di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon ini enggan menjelaskan terkait kebocoran gas yang bisa saja membuat masyarakat sekitar keracunan.
"Kalau masalah itu (kebocoran gas hydrocarbon), saya sudah meeting banyak dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Silakan tanya saja ke BLH. Jadi BLH sudah tahu kondisi dilapangan seperti apa. Biar BLH yang menjelaskan semua," kata Community Relation PT Chandra Asri Petrochemical, Pompi Riana, Rabu (13/05/2015).
Popi pun enggan berkomentar akan bahaya racun gas hydrocarbon yang keluar dari pabrik kimia tersebut.
"Kurang tahu jelas, bisa ditanyakan ke LH saja," tegasnya.
Sedangkan menurut Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi mengingatkan agar seluruh perusahaan di Kota Cilegon dapat menjaga keamanan dan keselamatan dalam bekerja agar tidak membahayakan pegawai dan masyarakat sekitar daerah industri.
"Harus diantisipasi kebocoran gas itu. Jangan sampai berdampak kepada masyarakat dan lingkungan. Namanya mesin atau pipa pasti ada rusaknya," tegasnya.
Bocornya gas Hydrocarbon yang diduga berasal dari Pabrik Kimia PT. Chandra Asri Petrochemical telah diketahui oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kehutanan.
Dimana, KLH dan Kehutanan mengatakan telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi terkait kebocoran gas tersebut.
"Saya sudah minta dirjen yang bersangkutan menangani dan turun ke lapangan. Hari ini, sudah ada tim yang turun untuk ambil sampel dan langkah lanjut," kata Menteri KLH dan Kehutanan, Siti Nurbaya, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Rabu (13/05/2015).
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »