bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Ibu Tiri Desak Suami Bunuh Anaknya

Diposkan oleh On 17:02:00 with No comments

Serang, bantencom - Lantaran malu dan kesal memiliki anak yang tidak normal atau autis, seorang bapak di Cilegon tega menghabisi nyawa anaknya sendiri. Tidak hanya sang ayah, pembunuhan tersebut juga melibatkan ibu tiri dan adik korban.
Korban dibunuh dengan cara dijeburkan ke sungai, setelah korban diikat dan diberi pemberat berupa batu.
Jenazah Ferdi  Haryadi telah dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Karang Asem, Cilegon Banten, pada hari minggu lalu. Sebelumnya jenazah remaja berusia 21 tahun tersebut ditemukan mengambang di aliran sungai Teneng; Cinangka dua hari sebelumnya. Saat ditemukan tubuh remaja yang sejak kecil mengalami keterbelakangan mental tersebut terikat tali dan diberi pemberat berupa batu.

Sejumlah warga tidak menyangka, lantaran berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, pelaku pembunuhan tersebut ternyata merupakan orang tua korban, yang diketahui berinisial M.
Bahkan tidak hanya M, Ibu tiri korban dan adiknya juga ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Sebelum ditemukan meninggal, menurut warga korba juga serung mengalami luka diduga akibat dianiaya oleh orang tuanya.
Irul ketua pemuda setempat mengatakan pernah melihat kepala korban bocor, kalau kata bapaknya gak tau kenapa.
"Saya pernah menemukan kepalanya bocor dan kleuar darah, sering saya bawa ke klinik, kalo kata bakpakya ga tahu kenapa"  kata Irul.
Pihak kepolisian Polres Cilegon akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan. Merekan yqkni M, yang merupakan ayah kandung korban, I-R Ibu tiri korban dan F-A adik kandung korban.
Korban diketahui dibunuh dengam cara dilempar kesungai dari atas jembatan. Sebelum dilempar, tubuh korban diikat menggunakan tali dan diberi pemberat berupa batu.
Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh tiga orang anggota keluarga tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, Oleh para pelaku.
Pelaku mengaku nekad menghabisi nyawa anaknya lantaran kesal dan malu karena korban mengalami keterbelakangan mental, sering mengamuk dan membuat warga resah.
Selain kesallantaran sering mengamuk, M nekad menghabisi anaknya lantaran ada desakan dari istrinya yang merupakan ibu tiri korban. Ibu tirinya juga enggan tinggal bersama dengan korban karena keterbelakangan mental.
"karena khilaf sebelumnya bikin repot dan saya tertekan oleh istri karena istri tidak mau diikuti olegh ferdi, dibunuh hari rabu,, kalo pas ngebuang nya sama anak saya, cara ngebunuhnya dibandulin  pake batu, diangkat kakinya dilempar dari atas jembatan" alasan Pelaku M. Kepada wartawan
Kasat Polres Cilegon Iptu Bayu Ferianto menjelaskan, berdasarkan hasil merikasaan, otak pelaku pembunuhan yakni M-I dan R. Sedangkan eksekutor pembunuhan yakni M dan F-A.
"yang merencanankan suami dan istri rencana akan membuang yang melaksanakan M dan adik korban, bonceng 3, dilokasi diikat tali dan diikat dengan karung  berisi batu kemudian dilempar dari atas jembatan, yang eksekutor bapak dan adik kandung korban" ungkap Kapolres Cilegon Iptu Bayu Feriyanto
Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman dua puluh tahun penjara.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »