bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Imbas Asap, Pelabuhan Merak dan Bakauheni di Tutup

Diposkan oleh On 17:02:00 with No comments

Cilegon, bantencom -  Pekat nya kabut asap yang menyelimuti Selat Sunda, mengancam ditutupnya Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni demi keamanan dan kenyamanan penumpang.
"Kalau memang sangat mengganggu, kita berharap pihak otoritas KSOP dan OPP dapat memberikan himbauan yang lebih, dan bisa jadi penyeberangan dihentikan sementara," kata General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Yanus Lentanga, Senin (26/10/2015).
Selat Sunda merupakan jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan, dua pelabuhan besar, Pelabuhan Bakauheni dan Merak, menjadi dua tempat pendistribusian sembako yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, jika kedua pelabuhan tersebut sampai ditutup karena pekatnya asap di selat sunda, maka akan mempengaruhi ketersediaan bahan pokok.
"Bila sudah tidak memungkinkan, sebaiknya tidak dipaksakan berlayar. Dari pada nanti, sama sekali tidak bisa melihat alur, akibatnya kapal bisa kandas, ada insiden kapal tubrukan atau kapal bisa kecelakaan tabrak karang. Itu yang kita tidak inginkan," tegasnya.
Berdasarkan data dari situs Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang terpantau melalui citra satelit cuaca himawaru, sebaran asap per 26 Oktober 2015 pukul 15.30 wib, asap tipis terlihat melintasi ujung barat pulau jawa atau berada di ujung Provinsi Banten.
Cuaca di selat sunda bagian selatan dalam kondisi berawan dengan tinggi gelombang antara 1,25-2 meter, dengan kecepatan angin mencapai 10-20knots.
Sedangkan cuaca di selat sunda bagian utara dalam kondisi berawan, dengan kecepatan angin 5-10 knots dan tinggi gelombang antara 0,5-1,25 meter.
Perlu diketahui bahwa, kebakaran hutan melanda Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung dengan luas 5.000 hektar, bahkan hingga kini api terus menjalar pepohonan lainnya.
Kebakaran tersebut terjadi pada rentang waktu bulan Mei hingga Oktober 2015 yang terjadi di semua seksi kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Wilayah hutan TNWK itu meliputi Seksi I Way Kanan, Seksi II Way Bungur, dan Seksi III Way Penet.
Sedangkan yang masih terbakar hingga kini berada di seksi III Way Penet yang membakar lahan gambut.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »