bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Kabut asap masih hantui warga Sumsel walau Telah turun hujan

Diposkan oleh On 10:42:00 with No comments

Palembang,Bantencom - Meski di sejumlah daerah telah diguyur hujan dengan insensitas rendah, termasuk daerah OKU Selatan yang terjadi beberapa waktu lalu, namun kebakaran hutan dan lahan masih saja terus terjadi, baik lahan hutan masyarakat ataupun kawasan pemukiman dan perkebunan warga.
Hari ini, api kembali mengamuk di hutan masyarakat Dusun Pelangki, Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua.
"Kurang tau, asal apinya darimana. Tau-tau api sudah masuk ke kebun karet milik Nyoman ini," ungkap Hasan, warga sekitar dibincangi usai memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran, Senin (2/11/2015).
Ia mengatakan, hujan yang terjadi beberpa waktu lalu belum sepenuhnya membuat warga aman dari bahaya bencana kebakaran.
Karena tanah yang ada di perkebunan dan hutan sekitar masih sangat kering dan sangat mudah terbakar.
"Kan hujanya hanya beberapa menit saja, lagi pula tidak terlalu deras. Ini saja kewalahan kami mengatasinya. Untung dibantu mobil PBK, jika tidak, mungkin sudah terbakar semua kebun warga di sini," katanya lagi.
Koordinator Unit PBK OKU Selatan, Heri Pramono, di lokasi kejadian, mengatakan penyebab kebakaran tersebut diduga akibat dari puntung rokok.
"Ini kan di pinggir jalan raya. Mungkin warga sembarangan membuang puntung rokok saat melintas kemudian mengenai rerumputan yang kering dan akhirnya membesar," kata Heri.
Heri mengatakan api sudah berhasil dipadamkan setelah satu unit mobil PBK diterjunkan ke lokasi dan dibantu warga sekitar.
"Kebakaran terjadi dimulai sekitar pukul 12.00 siang. Pihak kita masih melakukan pendinginan di sekitaran lokasi kebakaran ini," kata Heri.
Heri menambahkan, akibat dari peristiwa kebakaran tersebut, diperkirakan sedikitnya 2 hektare hutan yang terbakar.
"Selain hutan, kebun karet warga juga ikut terbakar. Namun, untuk luasnya masih kita hitung berapa banyak yang terbakar. Tidak hanya itu aliran listrik PLN ke ribuan pelanggan di kecamatan Buay Pemaca juga terganggu," jelasnya.(BC2/sriwijaya post)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »