bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Selain Menghentikan Bantuan Air Bersih PT.Shinta Woo Sung Juga Dituding Membuang Limbah ke Sungai Ciberem

Diposkan oleh On 15:55:00 with No comments

Serang, bantencom - Unjuk rasa yang dilakukan warga, dan mayoritas dari pengunjuk rasa tersebut adalah ibu-ibu warga Kampung Bayuku desa Gabus Kecamatan Kopo Serang Banten mendatangi PT.Shinta Woosung, di Jalan Cikande Kopo Minggu 15 November 2015.

Unjuk rasa yang dilakukan warga karena ketiadaan air disumur mereka dan salah satu sumber air disungai juga kondisinya sudah tercemar limbah yang diduga dari Pabrik textile tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga Yani Sundayani kepada bantencom saat melakukan aksinya.

Pasalnya sumur-sumur milik warga mengalami kekeringan.  warga menuding  PT Shinta Woo sung lah penyebabnya. Karena perusahaan menggunakan sumur bor jenis satelit yang berlebihan, sehingga tersedotnya air sumur milik warga desa Gabus tersebut. Akibatnya warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Jangankan untuk minum, untuk kebutuhan mandi dan mencuci saja warga kesulitan, padahal sebelum adanya perusahaan tersebut, warga dapat menggunakan air sungai Ciberem yang ada didesa Gabus. Tapi sekarang air sungai tersebut telah berubah warna menjadi kehitaman-hitaman dan bau menyengat akibat pembuangan limbah dari PT Shinta Woosung.

"Warga berharap agar perusahaan dapat memberikan air bersih sesuai janjinya dulu, tiga bulan yang lalu memang perusahaan pernah memberikan bantuan air bersih melalui pipa paralon yang disalurkan melalui dinding pagar dan tersalur keluar pagar perusahaan, namun tak sebanding dengan kebutuhan warga sekitar, dan itu pun berlangsung hanya beberapa hari saja." Kata Yani

Lebih lanjut Yani juga menjelaskan bahwa kondisi krisis air tersebut sejak tiga bulan yang lalu, dan mengaku sudah meminta penjelasan dari pihak pabrik tentang tidak mengalirnya pipa air dari pabrik tersebut.

"Sudah tiga bulan warga mengalami krisis air bersih, Namun pihak perusahaan belum memberikan penjelasan secara pasti terkait pemutusan saluran air yang diberikan kepada warga. Padahal warga sekitar sangat membutuhkan bantuan air bersih tersebut" ujar Yani Sundayani. (Dewa)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »