bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Diduga Salah Tangkap, Oknum Polisi dan TNI Aniaya Warga Hingga Babak Belur

Diposkan oleh On 17:26:00 with No comments

Lebak, bantencom - Indra Karisma 32th warga kampung Lebak pasar Rt 02/06 desa Lebak pasar kecamatan Rangkasbitung  Lebak Banten, diduga korban salah tangkap aparat  setempat, Pasalnya korban tiba-tiba ditagngkap dan dianiaya. Sehingga korban mengalami memar hampir diseluruah tubuhnya, terutama luka lebam pada wajah kaki dan tangan. 

Kronologi kejadian berawal saat Indra Karisma pergi kewarung hendak membeli rokok pada, minggu 13 maret 16, dini hari sekitar jam 02.00  pagi, namun tiba-tiba tiga orang menyergap dan menangkap Indra dan langsung memborgol tangan Indra serta memukulinya, Indrapun dimasukan kedalam mobil dan membawanya berputar-putar disekitaran kota Rangkasbitung, lalu membawanya kepolsek kota Rangkasbitung.   

Setibanya di Mapolsek  Kota Rangkasbitung  Indrapun dilakukan tes urine namun hasilnya negatif  alias nihil, walau hasil tes urine negatif dan tak ditemukan barang bukti narkoba dari Indra, namun Indra tetap dianiaya hingga mengalami luka lebam pada wajah hingga 90% dan luka memar pada kaki dan tangan.  Pelaku 

penganiayaan diketahui bernama Lion dari satnarkoba polres Lebak dan dua orang yang diduga aparat TNI yang disebut-sebut bernama Han dan Darmawan (Red).   

Korban kini dirawat diklinik  Alfatir  Rangkasbitung  karena mengalami luka memar yang cukup serius, sementara pihak keluarga akan melaporkan kejadian ini kepihak terkait yaitu Denpom dan propam polres Lebak.   

Pihak keluarga akan tempuh jalur hukum  terkait masalah ini, karena ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya, hal ini diungkapkan  briptu Galih adik korban yang bertugas diunit sabara polres Lebak. 

 “Saya dan keluarga akan tempuh jalur hukum terkait penganiayaan terhadap  kaka saya yang dilakukan oleh oknum polisi dan diduga oknum TNI, saya ingin mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya,  kalo masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan adil, mungkin saya harus berhenti jadi seorang polisi, karena saya malu kepada masyarakat, seharusnya penegak hukum bertindak adil tanpa pandang bulu” Ujar Galih menjelaskan melalui handphon, kepada bantencom.  (Dewa)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »