bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Dua Nyimas pendekar wanita banten

Diposkan oleh On 14:21:00 with No comments

Bantencom - Sejak zaman dahulu, provinsi Banten terkenal memiliki banyak pendekar sakti. Berbagai ilmu dimiliki mereka, bahkan ada ilmu kebal hingga badan tak bisa ditebas senjata tajam maupun dihamtan peluru tajam.
Pendekar dari Banten tidak hanya kaum pria saja, ada dua pendekar wanita banten yang cukup tenar, namanya Nyimas Gamparan dan Nyimas Melati.
Nyimas Gamparan dikenal dalam perang Cikande yang terjadi sekitar 1829 hingga 1830. Perang tersebut pecah lantaran Nyimas Gamparan memimpin puluhan pendekar wanita, menolak Cultuurstelsel atau sistem tanam paksa yang diterapkan Belanda kepada penduduk pribumi.
Nyimas Gamparan dan puluhan prajurit wanitanya menggunakan taktik perang gerilya untuk menghadapi pasukan Belanda. Pasukan Nyimas Gamparan ini memiliki markas persembunyian di sebuah wilayah yang saat ini disebut Balaraja, Tangerang, Banten.
Konon penamaan Balaraja berasal dari pasukan Nyimas Gamparan. Balaraja, tempat singgah para raja (Asal kata Balai dan Raja). Ada juga yang menyebutkan tempat berkumpulnya Bala (teman) tentara Raja.
Serangan demi serangan yang dilancarkan pasukan Nyimas Gamparan membuat Belanda kerepotan. Berbagai cara pun ditempuh penjajah untuk menumpas pasukan Srikandi pimpinan Nyimas Gamparan.
Belanda lalu menggunakan politik devide et impera, atau politik adu domba. Raden Tumenggung Kartanata Nagara yang menjadi Demang di wilayah Jasinga, Bogor diminta bantuan untuk menumpas milisi Srikandi ini.
Tumenggung Kartanata iming-imingi bakal dijadikan penguasa di daerah Rangkasbitung. Pasukan Ki Demang inilah yang kemudian diadu dengan Pasukan Nyimas Gamparan.
Taktik Belanda ini rupanya cukup ampuh. Nyimas Gamparan akhirnya berhasil dikalahkan oleh pasukan Kartanata Nagara. Nyimas Gamparan pun disemayamkan di daerah Pamarayan, Serang-Banten.
Pendekar wanita lainnya asal Banten adalah Nyimas Melati. Kiprahnya tidak kalah heroik dalam upaya melawan segala bentuk penjajahan di wilayah yang kini disebut Banten. 
Dalam catatan sejarah, Nyimas Melati disebut sebagai pahlawan wanita dalam sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia di wilayah Tangerang.
Nama Nyimas Melati kini diabadikan sebagai nama sebuah Gedung Wanita Nyi Mas Melati di Jalan Daan Mogot. Kisah perjuangan Nyi Mas Melati dalam melawan penjajahan kompeni juga pernah beberapa kali dipentaskan dalam bentuk drama kolosal di era 1980-an.
Menurut beberapa catatan literatur sejarah, Nyimas Melati adalah anak perempuan dari Raden Kabal yang turut dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda.
Sekitar 1918, Tangerang saat itu dikuasai sekelompok tuan tanah yang mendapat dukungan dari pemerintahan kolonial.
Mereka menguasai berbagai sendi kehidupan masyarakat bidang sosial, ekonomi hingga budaya. Karena terjadi tekanan, pemerasan dan pemaksaan sehingga membuat kehidupan rakyat pada masa itu melarat.
Pemberontakan-pemberontakan rakyat akhirnya meletus, salah satunya pemberontakan yang dipimpin oleh Raden Kabal. Nyi Mas Melati, puteri R Kabal pun tidak mau tinggal diam dan turut dalam pertempuran melawan pasukan penjajah.
Pasukan Raden Kabal sering mengadakan penghadangan di daerah-daerah Tangerang. Dalam pertempuran melawan Kompeni Belanda, Sang Raden dibantu oleh Nyimas Melati dan Pangeran Pabuaran Subang.
Salah satu pertempuran yang tercatat adalah pertempuran Pabuaran Subang yang dijadikan tempat gugurnya Pangeran Pabuaran dari Subang saat perang dengan Kompeni.
Keberanian Nyimas Melati sangat terseohor, dia dikenal jago dalam hal ilmu bela diri maupun olah kanuragan. Karena itu, Nyimas Melati dijuluki Singa Betina.(BC2) 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »