bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Kapolda Banten Ajak Kiyai dan Ulama Banten Temui Presiden ke Istana

Diposkan oleh On 21:29:00 with No comments

Serang, bantencom - Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo mengundang para Kiyai dan Ulama Provinsi Banten didampingi Kapolda Banten, Brigjen Pol Drs. L. SIGIT PRABOWO, M.Si., ke Istana Negara Jakarta, Kamis (10/11).

Turut Pejabat Utama Polda Banten antara lain Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, DIR Intelkam, DIR Binmas. Pertemuan dimulai jam 12.30 Wib s/d jam 15.30 Wib.

Dalam pertemuan tersebut, presiden ingin dapat masukan dari para kiyai dan alim ulama, dalam kesempatan itu pula Presiden Joko Widodo memberikan kesempatan kepada semua untuk berbicara.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin yang turut mendampingi Kapolda Banten mengatakan, bahwa langkah Presiden mengundang kiyai dan ulama se Provinsi Banten mendapat apresiasi, terlebih lagi Presiden memberikan kesempatan kepada semuanya untuk berbicara.

"Hal ini mendapat apresiasi dari para kiyai dan ulama, karena Presiden tetap menganggap kiyai dan ulama di Banten mempunyai peranan dan pengaruh yang besar terhadap umat islam khususnya di Banten" kata AKBP Zaenudin.

Lebih lanjut AKBP Zaenudin menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan beberapa pesan kepada para kiyai dan ulama se Provinsi Banten.

Presiden Joko Widodo berpesan kepada kiyai dan Ulama Banten untuk tebarkan kedamaian kepada masyarakat dan selalu mengajak agar masyarakat tidak mudah terpropokasi oleh isu-isu yang menyesatkan, menjaga umat agar patuh kepada hukum dan menjaga keutuhan NKRI.

"Terkait kasus AHOK percayakan kepada proses hukum yang sedang dilakukan oleh POLRI. Mari kita kawal dan dukung Polri untuk menuntaskan kasus tersebut secara adil, transparan dan bertanggung jawab" katanya.

Terkait masalah hukum yang sedang ditangani Polri, Presiden menekankan bahwa siapapun tidak boleh mengintervensi terhadap jalannya proses hukum, jadikan hukum sebagai Panglima. Apapun hasilnya harus diterima.

"Jokowi juga meminta siapapun tidak boleh mengintervensi terhadap proses penegakan hukum. Jadikan hukum sebagai Panglima, Apapun hasilnya kita harus siap menerima" tutup AKBP Zaenudin. (rd/id)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »