bantencom

Mau Bikin Web?

Hosting Unlimited Indonesia

Dit Samapta Polda Banten laksanakan Patroli Dialogis, Cegah Paham Radikal dan Hoax

Diposkan oleh On 16:27:00 with No comments

SERANG - Dit Samapta Polda Banten laksanakan patroli dialogis dalam penertiban dan pencegahan berkembangnya paham Radikalisme di pusat keramaian Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin (06/05/2019) pukul 09.00 WIB

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi melalui Dirsamapta Polda Banten, Kombes Pol Jondrial Sik, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan patroli dialogis dengan mengendarai kendaraan bermotor R2 dan R4 melalui rute dari Mapolda Banten menuju pusat keramaian seperti pasar, perumahan dan tempat tongkrongan anak muda Serang.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi dan berdialog dengan warga, terkait antisipasi pencegahan berkembangnya Paham radikalisme. Setelah itu kami juga menghimbau warga Desa Cipocok, Sumur Pecung, Kabupaten Serang, Banten agar tidak terpengaruh jika ada orang dari kelompok tertentu dengan memberikan pemberitaan yang tidak sesuai faktanya.

"Kita mengajak warga Desa Cipocok untuk bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam hal Pencegahan terhadap penyebaran berita tidak benar (HOAX,red) paham radikal demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta terjaganya keutuhan NKRI," terang Jondrial.


Dirsamapta Polda Banten menjelaskan, kegiatan ini  dilaksanakannya patroli R2 dan R4 diharapkan agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Alhamdulillah patroli dialogis kali ini, tidak ditemukan adanya orang / organisasi yang sedang menyebarkan faham Radikalisme,"tutup Jondrial.

Sementara tokoh masyarakat Cipocok Khairuddin mengucapkan rasa terimaksihnya kepada Polri khususnya Polda Banten yang telah membantu mengingatkan warganya dalam mengantisipasi organisasi yang bersifat paham radikalisme yang tersebar disekitar masyarakat.

"Saya selaku tokoh masyarakat, mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk terus menjalankan kegiatan patroli dialogis ini disetiap Desa. Apalgi di Desa yang terpencil yang masyarakatnya masih kurang memahami tentang paham radikalisme tersebut,"imbuh Khairuddin *(indri)*
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »